Jaringan Penyuplai Senjata ke KKB Papua Terungkap, Satpam SMA di Sleman Jadi Tersangka Kunci

Jaringan Penyuplai Senjata ke KKB Papua Terungkap, Satpam SMA di Sleman Jadi Tersangka Kunci

Seorang satpam Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sleman, Yogyakarta, berinisial AP, menjadi kunci pengungkapan jaringan penyuplai senjata api ilegal ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Penangkapan AP pada Minggu, 9 Maret 2025, di Minggir, Sleman, menandai babak baru dalam operasi gabungan yang melibatkan Polda Papua, Polda Jawa Timur, Polda Papua Barat, dan Polda DIY. Operasi yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 9 Maret ini berhasil mengungkap sebuah jaringan terorganisir yang telah berhasil menyelundupkan sejumlah besar senjata api dan amunisi ke wilayah Papua.

Dari tangan AP, petugas menyita empat pucuk senjata api, terdiri dari satu pucuk senapan M16, dua pucuk SS1, dan satu pucuk senapan Mouser, beserta lebih dari 200 butir amunisi. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY, Kombes Pol. FX Endriadi, menjelaskan bahwa AP diketahui menerima titipan senjata api tersebut dari saudaranya yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Setelah penangkapan dan interogasi awal, AP langsung diserahkan ke pihak Polda Papua untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Polda Papua telah merilis informasi terkait penangkapan AP sebagai bagian dari operasi besar-besaran yang mereka lakukan.

Sebelumnya, Polda Papua telah mengumumkan keberhasilan pengungkapan penyelundupan 17 pucuk senjata api dan 3.573 butir amunisi ilegal yang ditujukan kepada KKB. Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige Renwarin, dalam konferensi pers di Kota Jayapura, menjelaskan bahwa tujuh tersangka telah diamankan dalam operasi tersebut. Para tersangka memiliki peran yang berbeda dalam jaringan ini, mulai dari pencarian senjata api, penyelundupan, hingga pembuatan senjata api rakitan.

Rincian senjata api yang berhasil disita dalam operasi ini cukup mengkhawatirkan. Sebanyak 17 pucuk senjata api berhasil diamankan, terdiri dari enam laras panjang, enam laras pendek, dan lima senjata api rakitan. Selain senjata api, polisi juga menyita 3.573 butir amunisi berbagai kaliber, peralatan untuk pembuatan senjata api seperti mesin bubut, gerinda, las listrik, dan kompresor, dua detonator, serta uang tunai sejumlah Rp 369 juta. Barang bukti ini ditemukan di berbagai lokasi, termasuk rumah tersangka di Bojonegoro, Sleman, dan Manokwari. Teknik penyembunyian yang canggih juga digunakan, seperti modifikasi tabung kompresor untuk mengelabuhi petugas di pelabuhan.

Pengungkapan kasus ini menunjukkan kompleksitas dan jaringan yang luas dari upaya penyuplaian senjata api ilegal ke KKB. Keberhasilan aparat dalam menggagalkan penyelundupan ini merupakan langkah signifikan dalam upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua dan memutus mata rantai dukungan logistik kepada kelompok separatis bersenjata. Investigasi lebih lanjut akan terus dilakukan untuk mengungkap seluruh jaringan dan aktor yang terlibat dalam kasus ini, termasuk upaya untuk menangkap DPO yang masih berkeliaran.

Daftar Tersangka yang telah diamankan:

  • YE
  • TW
  • MH
  • MK
  • P
  • ES
  • AP

Kasus ini menjadi bukti nyata betapa seriusnya ancaman terhadap keamanan nasional akibat penyebaran senjata api ilegal, dan betapa pentingnya kerja sama antar lembaga kepolisian dalam memberantas kejahatan transnasional ini.