Bug Pembaruan Windows 11 Sebabkan Pencetakan Dokumen Acak pada Printer USB
Bug Pembaruan Windows 11 Sebabkan Pencetakan Dokumen Acak pada Printer USB
Sebuah bug dalam pembaruan Windows 11 versi 23H2, khususnya pembaruan KB5050092, telah dilaporkan menyebabkan masalah pencetakan yang signifikan pada sejumlah printer yang terhubung melalui USB. Masalah ini ditandai dengan pencetakan dokumen acak yang berisi teks dan data yang tidak terduga, termasuk kode jaringan dan karakter yang tidak lazim. Dokumen yang dihasilkan seringkali diawali dengan header "POST /ipp/print HTTP/1.1," diikuti oleh rangkaian karakter yang tidak masuk akal. Fenomena ini dilaporkan lebih sering terjadi ketika printer baru dinyalakan atau dihubungkan kembali setelah sebelumnya dimatikan.
Microsoft telah secara resmi mengakui masalah ini dan dampak negatifnya terhadap pengguna. Selain pemborosan tinta dan kertas, masalah ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna yang mungkin merasa terganggu oleh pencetakan dokumen secara tiba-tiba tanpa perintah. Bayangkan situasi di mana printer tiba-tiba mencetak dokumen acak di tengah malam; tentu akan menimbulkan keresahan. Oleh karena itu, pemecahan masalah ini menjadi prioritas utama bagi perusahaan teknologi tersebut.
Printer yang terpengaruh oleh bug ini secara khusus adalah printer yang mendukung dua mode USB: USB Print dan protokol IPP Over USB. Microsoft telah menyediakan beberapa solusi untuk mengatasi masalah ini. Pertama, pengguna dapat memanfaatkan fitur "Known Issue Rollback" untuk mengembalikan sistem ke konfigurasi sebelumnya yang tidak mengalami masalah ini. Cara ini merupakan solusi yang mudah dan direkomendasikan untuk sebagian besar pengguna.
Bagi administrator IT, Microsoft juga menyediakan solusi lebih lanjut dalam bentuk kebijakan grup (Group Policy) yang dapat dikonfigurasi secara lokal. Kebijakan ini dapat ditemukan di jalur Computer Configuration > Administrative Templates > [Group Policy name]. Dengan mengkonfigurasi kebijakan ini, administrator dapat mencegah masalah pencetakan yang tidak terduga ini terjadi pada perangkat yang dikelola.
Sebagai informasi tambahan, Windows 11 versi 24H2, yang dirilis pada bulan Oktober lalu, telah mengadopsi metode "OS Swap" untuk proses pembaruan sistem operasi. Metode ini, yang menggantikan seluruh sistem operasi dengan versi terbaru, diklaim dapat mempercepat dan meningkatkan efisiensi proses pembaruan. Meskipun demikian, bug pada versi 23H2 tetap perlu ditangani untuk mencegah masalah lebih lanjut.
Kesimpulannya, bug pada pembaruan Windows 11 KB5050092 telah menimbulkan masalah serius pada printer yang terhubung via USB. Microsoft telah mengakui dan merespon masalah ini dengan menyediakan beberapa solusi, baik untuk pengguna rumahan maupun administrator IT. Pengguna disarankan untuk segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini dan mencegah terjadinya pemborosan sumber daya dan potensi keresahan yang ditimbulkannya. Perilisan Windows 11 versi 24H2 dengan metode OS Swap diharapkan dapat mencegah masalah serupa terjadi di masa mendatang.