Antisipasi Kemacetan Mudik Lebaran 2025: Korlantas Siapkan Contraflow di Tol Cikampek
Antisipasi Kemacetan Mudik Lebaran 2025: Korlantas Siapkan Contraflow di Tol Cikampek
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah mengumumkan rencana penerapan contraflow atau lajur lawan arus di ruas Tol Jakarta-Cikampek guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama arus mudik Lebaran 2025. Langkah pre-emptive ini diumumkan Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho, Kakorlantas Polri, dalam acara peluncuran program 'Mudik Aman, Keluarga Nyaman' di Jakarta Selatan pada Jumat, 14 Maret 2025. Keputusan ini diambil berdasarkan prediksi puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada tanggal 28 Maret 2025, berpedoman pada data historis arus mudik tahun-tahun sebelumnya, dengan Hari Raya Idul Fitri 1446 H diprediksi jatuh pada tanggal 31 Maret 2025.
Irjen Agus menjelaskan bahwa contraflow akan diterapkan secara bertahap, dimulai di sekitar H-4 atau H-5 Lebaran. Penerapannya akan didasarkan pada data traffic accounting real-time yang dipantau secara kolaboratif dengan Jasa Marga. Jika volume kendaraan menunjukkan peningkatan signifikan, maka contraflow akan diberlakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas. Jika situasi semakin kritis, Korlantas tidak menutup kemungkinan akan menerapkan sistem one way setelah kilometer 70.
Pemberlakuan contraflow difokuskan pada ruas Tol Jakarta-Cikampek, khususnya mulai dari kilometer 47. Hal ini dikarenakan adanya potensi bottleneck di kilometer tersebut, di mana jumlah lajur tol berkurang dari empat menjadi dua lajur, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan parah. Jumlah lajur contraflow yang akan diterapkan pun akan disesuaikan dengan kepadatan lalu lintas. Sistem yang diterapkan bersifat dinamis dan adaptif, mengacu pada rasio antara volume kendaraan per jam dengan lebar jalan yang tersedia. Berikut rinciannya:
- 5.500 kendaraan/jam: Contraflow 1 lajur
- 6.400 kendaraan/jam: Contraflow 2 lajur
- 7.400 kendaraan/jam: Contraflow 3 lajur
Data kepadatan lalu lintas akan dipantau secara ketat melalui radar yang ditempatkan di sepanjang ruas tol, bukan melalui gerbang tol. Hal ini untuk memberikan data yang akurat dan real-time mengenai volume kendaraan yang melintas setiap jamnya. Kerjasama dengan Jasa Marga dalam pemantauan ini sangat krusial dalam mendukung pengambilan keputusan operasional di lapangan.
Program 'Mudik Aman, Keluarga Nyaman' sendiri merupakan kolaborasi antara Korlantas Polri dan detikcom, yang didukung oleh beberapa perusahaan BUMN, termasuk PT Pelni (Persero), Jasa Raharja, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Program ini diselenggarakan sebagai bagian dari Operasi Ketupat 2025, yang bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pemudik selama perjalanan Lebaran 2025. Acara peluncuran program ini juga mencakup forum diskusi lintas sektor yang membahas strategi dan upaya optimalisasi keamanan dan kenyamanan mudik.
Korlantas Polri berkomitmen untuk senantiasa memberikan informasi terkini dan transparan kepada masyarakat terkait situasi arus mudik dan langkah-langkah yang diambil untuk mengoptimalkan kelancaran dan keamanan perjalanan mudik Lebaran 2025. Kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas dan arahan petugas di lapangan sangat diharapkan untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan kemacetan selama periode mudik.