Dominasi Singapura di Asia Tenggara: Analisis Kekayaan dan Implikasinya bagi Indonesia

Dominasi Singapura di Asia Tenggara: Analisis Kekayaan dan Implikasinya bagi Indonesia

Laporan terbaru The Wealth Report 2025 dari Knight Frank mengungkap dominasi Singapura sebagai negara dengan jumlah individu berpenghasilan tinggi (High-Net-Worth Individuals/HNWIs) terbanyak di Asia Tenggara. Dengan 9.674 individu yang memiliki kekayaan bersih minimal US$10 juta (sekitar Rp 163,5 miliar), Singapura mengungguli Thailand (9.192 individu) dan Indonesia (8.120 individu). Data ini menunjukkan kesenjangan ekonomi yang signifikan di kawasan tersebut dan memicu pertanyaan mengenai strategi Indonesia dalam menarik investasi dan mengembangkan perekonomiannya. Keberhasilan Singapura dalam menarik kaum HNWIs ini tidak lepas dari kebijakan pro-bisnis yang konsisten dan lingkungan investasi yang atraktif.

Faktor Keberhasilan Singapura dalam Menarik Individu Kaya

Singapura, dikenal sebagai surga investasi, menawarkan regulasi yang lebih fleksibel dibandingkan negara-negara Eropa. Hal ini disampaikan oleh Kallum Pickering, kepala ekonom di bank investasi Inggris, Peel Hunt, yang mencatat bahwa Eropa terbebani oleh regulasi yang rumit. Singapura, sebaliknya, memberikan kepastian dan peluang keuntungan yang lebih besar bagi investor. Selain itu, Singapura menjadi destinasi utama bagi family office, organisasi pengelola kekayaan keluarga super kaya. Keunggulan kompetitif ini menempatkan Singapura sejajar dengan pusat-pusat keuangan global seperti London, New York, Jenewa, Sydney, dan Hong Kong.

Bukan hanya sebagai tempat tinggal para HNWIs, Singapura juga menempati peringkat lima besar destinasi investasi lintas negara pada tahun 2024, dengan mencatat investasi modal pribadi luar negeri sebesar US$5 miliar. Meskipun berada di posisi keempat setelah London (US$9,6 miliar), Sydney (US$8,6 miliar), dan Tokyo (US$5,6 miliar), pencapaian ini membuktikan daya tarik Singapura bagi investor global. Pertumbuhan ini juga berkontribusi pada peningkatan pasar properti mewah di Singapura.

Perbandingan dengan Negara Lain dan Implikasi bagi Indonesia

Secara global, Amerika Serikat masih menjadi negara dengan jumlah HNWIs terbanyak, dengan 905.400 individu, atau hampir 40% dari total HNWIs dunia. Keberhasilan AS dalam menciptakan kekayaan baru dan menarik migrasi miliuner menjadi acuan bagi negara lain. Di Asia Tenggara, kesenjangan antara Singapura dengan negara-negara lain, termasuk Indonesia, menunjukkan pentingnya reformasi struktural dan kebijakan yang lebih kompetitif untuk menarik investasi dan mengembangkan kelas menengah atas di Indonesia.

Indonesia, dengan jumlah HNWIs sebanyak 8.120, berada di peringkat ketiga di Asia Tenggara, setelah Singapura dan Thailand. Meskipun angka ini signifikan, namun masih terdapat potensi besar yang perlu digali untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia dan menarik lebih banyak investasi. Pemerintah Indonesia perlu mengevaluasi kebijakan fiskal dan regulasi yang ada untuk menciptakan iklim investasi yang lebih menarik bagi investor asing dan lokal. Peningkatan infrastruktur, penguatan penegakan hukum, dan pengembangan sumber daya manusia juga menjadi faktor kunci dalam upaya mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga.

Berikut 10 negara dengan jumlah orang kaya paling banyak (berdasarkan laporan Knight Frank):

    1. AS: 905.413 orang
    1. China: 471.634 orang
    1. Jepang: 122.119 orang
    1. India: 85.698 orang
    1. Jerman: 69.798 orang
    1. Kanada: 64.988 orang
    1. Inggris: 55.667 orang
    1. Perancis: 51.254 orang
    1. Australia: 42.789 orang
    1. Hong Kong: 42.715 orang

Kesimpulannya, dominasi Singapura di Asia Tenggara dalam hal jumlah HNWIs menunjukkan perlunya Indonesia untuk melakukan strategi yang lebih terarah dalam meningkatkan daya saing ekonomi, menciptakan iklim investasi yang kondusif, dan mengembangkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif.