Penanganan Sampah Kota Ambon: Tantangan dan Solusi Jangka Pendek dan Panjang
Penanganan Sampah Kota Ambon: Tantangan dan Solusi Jangka Pendek dan Panjang
Kota Ambon, seperti banyak daerah perkotaan lainnya di Indonesia, berhadapan dengan permasalahan klasik pengelolaan sampah yang belum terselesaikan secara optimal. Kondisi sejumlah tempat pembuangan sampah (TPS) di berbagai titik di kota ini memprihatinkan. Pantauan di lapangan menunjukan banyak TPS yang kondisinya jauh dari layak, ditandai dengan kerusakan bak sampah, penumpukan sampah organik dan non-organik yang tak terkelola, serta sampah yang berserakan di sekitar lokasi TPS. Situasi ini tidak hanya menimbulkan pemandangan yang tidak sedap dipandang mata, terutama di jalur-jalur utama kota, tetapi juga berpotensi menjadi ancaman bagi kesehatan dan lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Alfredo Hehamahua, mengakui kondisi tersebut dan menjelaskan langkah-langkah penanganan yang tengah dilakukan. Sebagai langkah awal, DLHP berencana merenovasi 14 titik TPS dari total 167 TPS yang tersebar di lima kecamatan. Prioritas diberikan pada TPS yang terletak di lokasi strategis dan terlihat mencolok, seperti TPS di depan kantor BPJS Ambon di kawasan Wailela, Kecamatan Teluk Ambon, serta TPS di Rumah Tiga dan Skip. Renovasi ini meliputi penggantian bak sampah semen konvensional dengan bak sampah plastik berkapasitas 1000 liter yang lebih mudah dipindahkan menggunakan truk angkut sampah. Model bak sampah baru ini sudah diterapkan di Jalan Sultan Hasanudin Pandan Kasturi.
Namun, kendala kapasitas armada pengangkut sampah menjadi tantangan besar. Saat ini, DLHP baru memiliki satu unit truk angkut sampah, dan ketersediaan bak sampah plastik baru berjumlah delapan buah, empat di antaranya diperoleh melalui perjanjian kerjasama (MoU) dengan Maluku City Mall. Anggaran yang tersedia untuk pengadaan infrastruktur penunjang berjumlah Rp 120 juta, jumlah yang masih terbatas untuk mengatasi permasalahan yang cukup kompleks ini. Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Ambon tengah mengupayakan pengalihan anggaran kendaraan dinas kepala daerah sebesar Rp 5 miliar untuk pengadaan 10 unit truk sampah baru. Pemerintah Provinsi Maluku juga berjanji akan memberikan bantuan lima unit truk sampah. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, optimis rencana pengadaan armada baru ini dapat mengatasi persoalan pengangkutan sampah di kota Ambon dalam waktu satu bulan ke depan.
Selain rencana pengadaan armada baru, upaya lain yang perlu dilakukan meliputi peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga, pengembangan sistem pemilahan sampah di sumber, serta optimalisasi program daur ulang sampah. Perlu pula dilakukan kajian komprehensif tentang kapasitas dan lokasi TPS yang ideal di berbagai wilayah Kota Ambon, agar pembangunan infrastuktur penunjang pengolahan sampah lebih terarah dan efektif. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan komprehensif, diharapkan permasalahan sampah di Kota Ambon dapat ditangani secara tuntas dan berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi warga Ambon.
Langkah-langkah yang direncanakan Pemkot Ambon untuk mengatasi permasalahan sampah:
- Renovasi 14 titik TPS prioritas.
- Penggantian bak sampah semen dengan bak sampah plastik berkapasitas 1000 liter.
- Pengadaan 10 unit truk sampah baru dari anggaran pengalihan kendaraan dinas.
- Bantuan 5 unit truk sampah dari Pemerintah Provinsi Maluku.
- Pemanfaatan 8 unit trash bin plastik (4 dari Maluku City Mall).