Polrestabes Makassar Ringkus Empat Remaja Pelaku Aksi Brutal Geng Motor

Polrestabes Makassar Ringkus Empat Remaja Pelaku Aksi Brutal Geng Motor

Kejadian penyerangan brutal yang dilakukan oleh sekelompok remaja bermotor di Jalan Sungai Limboto, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu, 23 Februari 2025, telah menggegerkan warga dan viral di media sosial. Aksi kekerasan yang melibatkan senjata tajam, anak panah, dan lemparan batu mengakibatkan kerusakan pada tiga warung milik warga sekitar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar bergerak cepat melakukan penyelidikan. Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, mengumumkan penangkapan empat tersangka yang masih berusia di bawah umur. Keempat remaja tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini tengah menjalani proses hukum.

"Keempat pelaku yang berhasil diamankan masih berusia belasan tahun," ungkap AKBP Devi Sujana kepada awak media pada Selasa, 4 Maret 2025. "Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dan proses hukum tengah berjalan sesuai prosedur yang berlaku."

Meskipun empat pelaku telah diamankan, penyelidikan masih terus berlanjut. Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, diduga terdapat 12 hingga 16 orang yang terlibat dalam aksi penyerangan tersebut. Polisi saat ini tengah memburu para pelaku lainnya dan telah mengantongi beberapa identitas pelaku yang masih buron.

"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan pengejaran terhadap pelaku lainnya. Beberapa identitas pelaku sudah kami kantongi," tambah AKBP Devi Sujana. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan menjerat semua pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan ini.

Motif penyerangan, menurut keterangan polisi, berawal dari kesalahpahaman. Kelompok remaja tersebut awalnya sedang konvoi bermotor dan singgah di sekitar lokasi kejadian. Terjadi cekcok mulut dengan warga sekitar, yang kemudian berujung pada aksi penyerangan brutal. "Mereka keliling-keliling, lalu terjadi cekcok dengan warga. Ternyata ada kesalahpahaman," jelas AKBP Devi Sujana. Pihak kepolisian berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga agar peristiwa serupa tidak terulang kembali dan masyarakat dapat lebih waspada terhadap potensi gangguan keamanan.

Langkah-langkah yang Telah Dilakukan:

  • Penyelidikan intensif oleh Polrestabes Makassar.
  • Penangkapan empat tersangka di bawah umur.
  • Penetapan tersangka dan proses hukum yang berjalan.
  • Pengejaran terhadap pelaku lainnya yang masih buron.
  • Upaya pengungkapan motif dan kronologi kejadian secara menyeluruh.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak benar. Kerja sama masyarakat dengan pihak kepolisian sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.