Brad Pitt: Aksi Nyata di Balik Layar Film Formula 1 Terbaru
Brad Pitt: Aksi Nyata di Balik Layar Film Formula 1 Terbaru
Film Formula 1 terbaru yang dibintangi Brad Pitt bukan sekadar tontonan aksi balap mobil biasa. Di balik layar, tersimpan dedikasi dan kerja keras luar biasa yang melampaui batas akting konvensional. Sutradara Joseph Kosinski mengungkapkan kekagumannya pada Pitt yang berani memacu mobil balap hingga kecepatan 290 km/jam tanpa bantuan stuntman atau efek CGI. Keberanian dan fokus Pitt dalam menjalani setiap adegan balap sungguhan ini menyisakan kesan mendalam bagi sang sutradara.
Kosinski bahkan mengaku tercengang melihat kemampuan Pitt di balik kemudi. "Melihat Brad ngebut hingga mencapai kecepatan 290 km/jam benar-benar mengejutkan," ujarnya kepada Entertainment Weekly. "Dedikasi dan fokus yang diberikan Brad sungguh mengagumkan. Film ini memiliki segalanya: Brad Pitt, kecepatan, ketegangan, kisah underdog yang epik, drama, humor, dan sedikit romansa." Proses syuting yang mendebarkan ini tak lepas dari peran penting pebalap F1 Lewis Hamilton. Hamilton bukan hanya menjadi pelatih khusus bagi Pitt dan lawan mainnya, Damson Idris, tetapi juga bertindak sebagai konsultan teknis bagi Kosinski dalam hal pengambilan gambar dan penentuan sudut kamera di dalam mobil balap.
Penggunaan mobil balap sungguhan menjadi kunci utama dalam menghadirkan realisme film ini. Kosinski menjelaskan, "Kami membeli enam mobil F2 asli dan berkolaborasi dengan Mercedes AMG dan tim Formula One untuk memodifikasi mobil-mobil tersebut agar dapat menampung peralatan kamera." Ini berarti setiap adegan balap yang menampilkan Pitt dan Idris di balik kemudi merupakan adegan nyata, direkam di sirkuit F1 sungguhan. Kosinski bahkan menyempatkan merekam beberapa adegan selama balapan F1 sesungguhnya, memanfaatkan waktu antara sesi latihan dan kualifikasi. Proses persiapan aktor untuk menghadapi tantangan ini membutuhkan waktu berbulan-bulan.
Tantangannya tidak hanya sebatas mengendalikan mobil F1 dengan kecepatan tinggi, tetapi juga mengatasi tekanan fisik ekstrem. Mengemudikan mobil F1 membutuhkan kekuatan fisik yang luar biasa karena gaya gravitasi ekstrem hingga 6,5g dan panas yang mencapai 140 derajat Fahrenheit di dalam kokpit. Belum lagi tenaga besar yang dibutuhkan untuk mengendalikan setir dan pedal rem. Pembalap F1 biasanya membakar sekitar 1.000 kalori per jam dan mengalami detak jantung lebih dari 170 bpm. Namun, Pitt berhasil menghadapi semua tantangan ini dengan luar biasa.
Kosinski menegaskan, "Kau tidak boleh takut (jika mengemudikan F1), dan saat kau melihat Brad mengemudi, itu bukan akting. Ia benar-benar berkonsentrasi untuk menjaga mobil tetap di lintasan. Itu sesuatu yang tidak bisa dipalsukan." Pitt memerankan Sonny Hayes, seorang pembalap F1 fenomenal era 90-an yang mengalami kecelakaan hebat dan pensiun. Tiga puluh tahun kemudian, ia kembali ke lintasan atas bujukan mantan rekannya, Ruben Cervantes (Javier Bardem), untuk membantu tim F1 yang tengah kesulitan. Namun, ia harus menghadapi tantangan baru berupa persaingan dengan rookie yang arogan, Joshua Pearce (Damson Idris).
Film yang dijadwalkan rilis 27 Juni ini menjanjikan pengalaman menonton yang menegangkan dan autentik berkat dedikasi dan kerja keras seluruh tim produksi, khususnya Brad Pitt yang berani mengambil risiko dan memberikan penampilan yang luar biasa.
- Proses Syuting: Penggunaan mobil F2 asli, kerjasama dengan Mercedes AMG, dan pengambilan gambar di sirkuit F1 sungguhan.
- Tantangan Fisik: Gaya gravitasi ekstrem, panas di dalam kokpit, dan tenaga yang dibutuhkan untuk mengendalikan mobil F1.
- Dedikasi Aktor: Brad Pitt memacu mobil hingga 290 km/jam tanpa stuntman atau CGI.
- Peran Lewis Hamilton: Sebagai pelatih, konsultan teknis, dan memastikan keamanan proses syuting.
- Plot Film: Kisah Sonny Hayes, mantan pembalap F1 yang kembali ke lintasan setelah pensiun panjang.