Risiko Tinggi, Bisnis Tukar Uang di Tanjung Priok Tetap Berjalan di Tengah Bayang-Bayang Kejahatan

Risiko Tinggi, Bisnis Tukar Uang di Tanjung Priok Tetap Berjalan di Tengah Bayang-Bayang Kejahatan

Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, dikenal sebagai area dengan aktivitas ekonomi yang tinggi, termasuk bisnis jasa penukaran uang. Namun, di balik geliat ekonomi tersebut, tersimpan risiko keamanan yang signifikan bagi para pelaku usaha, khususnya para penyedia jasa penukaran uang yang setiap harinya bertransaksi dengan uang tunai dalam jumlah besar. Mastiar (54), seorang penyedia jasa penukaran uang yang telah malang melintang selama dua dekade di terminal tersebut, menjadi salah satu contoh nyata dari tantangan tersebut.

Dalam wawancara bersama Kompas.com pada Jumat (14/3/2025), Mastiar mengungkapkan kekhawatirannya akan potensi kejahatan. Meskipun ia enggan mengungkapkan jumlah pasti uang yang ditanganinya setiap hari, ia mengakui bahwa nominalnya mencapai puluhan juta rupiah. Jumlah tersebut tentu saja menjadi daya tarik bagi para pelaku kejahatan. Ketiadaan pengamanan khusus, seperti senjata tajam atau pengawalan keamanan, semakin meningkatkan risiko yang dihadapi Mastiar dan para penyedia jasa sejenis.

"Kami selalu waspada," ujar Mastiar, menggambarkan situasi yang dihadapinya setiap hari. "Namun, kami bekerja jujur dan tidak membawa alat untuk melindungi diri. Kami mengandalkan kewaspadaan dan doa." Selama 20 tahun bergelut dalam bisnis ini, Mastiar bersyukur belum pernah mengalami perampokan atau insiden kejahatan lainnya. Kendati demikian, ia mengakui bahwa rasa takut selalu menghantui, mengingat reputasi Terminal Tanjung Priok yang kerap dikaitkan dengan tingginya angka kriminalitas. Ia hanya bisa berharap agar situasi keamanan di sekitar tempat usahanya dapat terus membaik.

Bisnis penukaran uang yang dijalankan Mastiar memang memberikan keuntungan yang cukup signifikan. Dalam kondisi normal, ia mampu meraih keuntungan sekitar 10 persen dari total transaksi. Namun, keuntungan tersebut meningkat signifikan menjelang hari raya besar seperti Lebaran, mencapai 15-20 persen. Peningkatan permintaan jasa penukaran uang menjelang Lebaran ini, di satu sisi, meningkatkan pendapatan, tetapi di sisi lain juga memperbesar potensi risiko karena jumlah uang yang ditangani semakin besar.

Keberadaan para penyedia jasa penukaran uang di Terminal Tanjung Priok menunjukkan pentingnya akses keuangan bagi masyarakat, khususnya para penumpang bus antar kota. Namun, kondisi yang penuh risiko ini juga mempertanyakan peran pihak berwajib dalam memberikan rasa aman dan perlindungan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah yang beroperasi di area tersebut. Perlu adanya upaya nyata dari pihak kepolisian dan pemerintah daerah untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi potensi kejahatan di Terminal Tanjung Priok, sehingga para pelaku usaha dapat menjalankan bisnisnya dengan tenang dan aman.

Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan terkait situasi ini:

  • Tingginya risiko kejahatan bagi penyedia jasa penukaran uang di Terminal Tanjung Priok.
  • Nominal uang tunai yang besar yang ditangani setiap hari.
  • Ketiadaan pengamanan khusus bagi para penyedia jasa.
  • Peningkatan keuntungan menjelang hari raya besar, namun juga meningkatkan risiko.
  • Peran pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pelaku usaha.