Tragedi Penjambretan di Surabaya: Satu Pelaku Tewas Tenggelam Saat Dikejar Massa
Tragedi Penjambretan di Surabaya: Satu Pelaku Tewas Tenggelam Saat Dikejar Massa
Kejadian tragis menandai aksi penjambretan di Pasar Pagi Tugu Pahlawan, Surabaya, Minggu (16/3/2025). Satu dari dua pelaku penjambretan tewas setelah nekat menceburkan diri ke Sungai Jalan Karet saat dikejar massa yang geram. Informasi ini dikonfirmasi oleh Kepala Polsek Pabean Cantikan, Kompol Eko Adi Wibowo, pada Senin (17/3/2025).
Menurut keterangan Kompol Eko, peristiwa bermula saat dua pelaku penjambretan melancarkan aksinya di area pasar. Aksi mereka tertangkap warga yang kemudian langsung mengejar kedua pelaku. Dalam upaya melarikan diri, salah satu pelaku, seorang pria berinisial SA (51) warga Wonokusumo Bakti, Kecamatan Semampir, memutuskan untuk menceburkan diri ke sungai. Sementara, pelaku lainnya berhasil ditangkap oleh massa yang marah.
"Yang bersangkutan menceburkan diri saat dikejar massa setelah melakukan penjambretan," jelas Kompol Eko. SA ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di sungai dan kemudian dilarikan ke RSUD dr. Soetomo. Namun, sayang nyawanya tak tertolong. Pihak kepolisian menyatakan bahwa SA meninggal dunia di rumah sakit tersebut. Kondisi SA yang ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri mengindikasikan kemungkinan tenggelam.
Beredarnya video amatir di media sosial memperkuat kronologi kejadian. Sebuah unggahan di akun Instagram @Surabayakabarmetro memperlihatkan kerumunan massa dan seorang pria yang tengah berenang di sungai, yang kemudian diketahui sebagai pelaku yang berusaha menghindari amukan massa. Unggahan tersebut menyebutkan, "Copet ketangkap massa nang (di) pasar pagi Tugu Pahlawan isuk mau (tadi pagi) rek! Onok (ada) 1 pelaku, liane sampek kecemplung (lainnya sampai tercebur) di kali Jalan Karet." Unggahan ini menjadi salah satu bukti visual kejadian yang terjadi di pagi hari tersebut.
Kasus ini kini ditangani oleh Polsek Bubutan untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi akan menyelidiki secara detail kronologi kejadian, termasuk identitas korban dan pelaku lainnya yang sudah diamankan. Kejadian ini menjadi peringatan akan pentingnya keamanan dan ketertiban di tempat-tempat umum serta bahaya tindakan main hakim sendiri yang dapat berujung pada tragedi yang tidak diinginkan. Investigasi menyeluruh diperlukan untuk memastikan tidak ada unsur lain yang terlibat dalam kejadian ini dan untuk menjamin keadilan bagi semua pihak.
- Pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut mengenai kronologi kejadian secara detail.
- Polisi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
- Identitas pelaku yang meninggal dunia telah teridentifikasi.
- Pelaku lainnya telah ditangkap oleh massa.
- Video amatir yang beredar di media sosial menjadi bukti pendukung investigasi kepolisian.