Pengungkapan Kasus Pengeroyokan Juru Parkir di Bandung: Tujuh Tersangka Diamankan, Perburuan Pelaku Berlanjut
Pengungkapan Kasus Pengeroyokan Juru Parkir di Bandung: Tujuh Tersangka Diamankan, Perburuan Pelaku Berlanjut
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung terus mengintensifkan penyelidikan terkait kasus pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya RS (24), seorang juru parkir di minimarket Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Peristiwa tragis yang terjadi Minggu (17/3/2025) tersebut telah menyita perhatian publik, terutama setelah beredarnya video amatir pengeroyokan tersebut di media sosial. Hingga saat ini, penyidik telah mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan yang berujung kematian tersebut.
Dari tujuh orang yang diamankan, satu orang, berinisial DK, telah ditetapkan sebagai tersangka. Enam lainnya masih berstatus saksi, namun peran mereka dalam peristiwa tersebut tengah diselidiki secara intensif. Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, mengungkapkan bahwa keenam saksi ini teridentifikasi terlibat dalam kegiatan pembagian takjil yang dilakukan oleh kelompok Brigez sebelum insiden pengeroyokan terjadi. “Berdasarkan hasil pemeriksaan, kami menemukan fakta bahwa enam saksi tersebut terlibat dalam kegiatan pembagian takjil yang dilakukan oleh kelompok Brigez. Namun, peran mereka dalam aksi pengeroyokan masih dalam tahap penyelidikan,” jelas Kombes Pol Aldi Subartono dalam konferensi pers Selasa (18/3/2025).
Dalam upaya mengungkap seluruh pelaku dan kronologi kejadian, Polresta Bandung telah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi yang diduga terkait dengan para pelaku. Penggeledahan dilakukan di berbagai tempat, termasuk beberapa sekretariat kelompok Brigez yang berada di wilayah Kecamatan Cimaung, Soreang, Katapang, dan Baleendah. Hasil penggeledahan tersebut membuahkan beberapa barang bukti penting, di antaranya sebuah cerulit dan pelat nomor kendaraan yang diduga digunakan saat kejadian. “Selain itu, di lokasi Katapang kami berhasil mengamankan satu saksi yang telah menghapus percakapannya dengan terduga pelaku lain. Hal ini tentunya akan kami dalami lebih lanjut,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kombes Pol Aldi Subartono menyebutkan bahwa dua orang dari enam saksi tersebut terbukti positif mengonsumsi narkoba berdasarkan hasil tes urine. Informasi ini menjadi bagian penting dalam penyelidikan, untuk mengungkap kemungkinan motif dan peran masing-masing individu dalam rangkaian peristiwa tersebut. “Saat ini, tim penyidik masih terus bekerja keras untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku lain yang masih buron. Kami mengimbau kepada para pelaku yang belum menyerahkan diri agar segera datang ke kantor polisi,” tegasnya.
Polisi memastikan akan terus memburu para pelaku hingga tuntas dan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian, mengingat dampaknya yang luas bagi masyarakat dan keamanan publik. Proses hukum akan berjalan sesuai prosedur, dengan fokus pada pembuktian peran masing-masing tersangka dan saksi dalam peristiwa mengerikan ini. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Kerja sama antara kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat membantu mengungkap kasus ini hingga tuntas.
Kronologi Singkat:
- Minggu (17/3/2025), RS (24) tewas dikeroyok setelah waktu berbuka puasa.
- Video pengeroyokan viral di media sosial.
- Diduga, korban diserang oleh kelompok bermotor Brigez usai kegiatan bagi takjil.
- Polresta Bandung mengamankan tujuh orang, satu tersangka dan enam saksi.
- Penggeledahan dilakukan di beberapa sekretariat Brigez.
- Barang bukti ditemukan, termasuk cerulit dan pelat nomor kendaraan.
- Dua saksi positif narkoba.
- Polisi masih memburu pelaku yang buron.