Banjir Rendam Pasar Ceger Tangerang Selatan, Pedagang Terpaksa Gunakan Perahu Karet

Banjir Parah Landa Pasar Ceger Tangerang Selatan

Kota Tangerang Selatan kembali dilanda bencana banjir. Pada Selasa, 4 Maret 2025, Pasar Ceger yang terletak di Jalan Ceger Raya, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, menjadi salah satu lokasi yang terdampak paling parah. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin malam (3 Maret 2025) mengakibatkan genangan air berwarna coklat setinggi lutut hingga dada orang dewasa menggenangi area pasar. Akibatnya, aktivitas perdagangan di pasar tradisional tersebut lumpuh total dan sejumlah ruko di sekitarnya terpaksa tutup. Kejadian ini merupakan banjir terparah yang melanda Pasar Ceger di tahun 2025.

Kesulitan Pedagang dan Upaya Penyelamatan

Kondisi darurat ini memaksa para pedagang untuk beradaptasi. Bayu (43), seorang pedagang perlengkapan bayi, menggambarkan pengalamannya yang tak terlupakan. "Seumur hidup saya berjualan di sini, baru kali ini saya harus menggunakan perahu karet untuk mengangkut barang dagangan," ujarnya. Ia mengaku biasanya genangan air di Pasar Ceger tidak separah ini, paling hanya semata kaki. Sementara itu, Farida (49), pedagang baju wanita, mengatakan bahwa dirinya dan pedagang lain telah berupaya mengamankan sebagian barang dagangan mereka sejak Senin malam antisipasi hujan deras. Namun, banjir yang datang dengan intensitas tinggi tetap menyebabkan kerugian yang cukup signifikan.

Di dalam pasar, pemandangan yang terlihat menyayat hati. Lumpur coklat pekat menyelimuti setiap sudut toko. Para pedagang terlihat sibuk membersihkan toko mereka dari endapan lumpur dan mengamankan sisa barang dagangan ke tempat yang lebih tinggi. Meskipun demikian, semangat mereka untuk kembali berjualan tetap menyala. Farida mengungkapkan, "Mau tidak mau harus tetap berjualan, sayang kalau toko tutup total." Hal senada juga diungkapkan pedagang lain. Mereka bertekad bangkit dan kembali berjualan setelah membersihkan toko masing-masing.

Peran BPBD Kota Tangsel

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel terlihat sigap dalam menangani situasi ini. Perahu karet milik BPBD tampak beroperasi untuk membantu warga yang terdampak, termasuk mengangkut barang dagangan para pedagang yang terjebak banjir. Selain itu, kehadiran anak-anak yang bermain di genangan air menjadi gambaran lain dampak banjir yang kompleks, mengingatkan akan pentingnya kesadaran akan bahaya genangan air.

Dampak dan Antisipasi Ke Depan

Banjir di Pasar Ceger menimbulkan kerugian material bagi para pedagang. Kerusakan dan pembersihan pascabanjir membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya upaya pencegahan banjir di masa mendatang, baik melalui perbaikan infrastruktur drainase maupun peningkatan sistem peringatan dini. Pemerintah Kota Tangerang Selatan diharapkan dapat segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah-langkah konkrit untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan meminimalisir dampak kerugian bagi masyarakat.

Catatan: Informasi detail tentang jumlah kerugian materiil masih dalam tahap pendataan.