Pemerintahan Prabowo Melanjutkan dan Mempercepat Proyek Strategis Nasional Era Jokowi

Pemerintahan Prabowo Melanjutkan dan Mempercepat Proyek Strategis Nasional Era Jokowi

Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan diprioritaskan selama periode kepemimpinannya hingga tahun 2029. Hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, yang ditandatangani pada 10 Februari 2025. Menariknya, sebagian besar proyek ini merupakan kelanjutan dari program-program yang telah dicanangkan dan sebagian telah berjalan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Keputusan ini menunjukkan komitmen pemerintahan Prabowo untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dan program-program strategis yang telah dimulai sebelumnya, sekaligus mengindikasikan adanya upaya untuk mempercepat implementasinya.

RPJMN 2025-2029 mencantumkan beberapa program utama sebagai prioritas nasional. Di antaranya adalah program ketahanan pangan, swasembada energi dan air, hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur yang masif, serta pengembangan sumber daya manusia. Lebih dari separuh proyek dalam daftar PSN yang dipublikasikan merupakan proyek yang telah dimulai atau direncanakan sejak era pemerintahan Jokowi. Hal ini menekankan adanya kesinambungan dalam pembangunan nasional, di mana pemerintahan baru tidak serta-merta membatalkan proyek-proyek yang telah berjalan, melainkan melanjutkan dan bahkan mempercepatnya.

Salah satu proyek besar yang diteruskan adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Pemerintah menargetkan penyelesaian IKN pada tahun 2028, setelah ekosistem legislatif dan yudikatif sepenuhnya terbentuk. Proses pembangunan IKN yang telah dimulai sejak tahun 2022 di bawah kepemimpinan Jokowi terus berlanjut, dengan ekosistem eksekutif yang sudah terbentuk di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan. Istana Negara di IKN bahkan telah digunakan untuk perayaan Hari Kemerdekaan ke-79 pada 17 Agustus 2024. Pelaksanaan pembangunan IKN melibatkan berbagai pihak, mulai dari Otorita IKN, Kementerian Pekerjaan Umum, BUMN, hingga pihak swasta.

Proyek infrastruktur lainnya yang dilanjutkan adalah pembangunan MRT Jakarta Timur-Barat sepanjang 84 kilometer yang menghubungkan Cikarang dan Balaraja. Pengerjaan proyek ini telah dimulai untuk jalur yang melewati Jakarta, dari Tomang menuju Medan Satria. Selain itu, pengembangan Lapangan Abadi Wilayah Kerja Masela di Laut Arafura juga menjadi bagian dari PSN yang dilanjutkan. Proyek ini bertujuan untuk mendukung ketahanan energi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Pengembangan Blok Masela, yang sempat terhenti karena pencabutan hak partisipasi Shell, kini dilanjutkan dengan kerjasama antara Pertamina dan Petronas bersama Inpex.

Berikut ini daftar beberapa proyek lain yang merupakan kelanjutan dari program di era Jokowi:

  • Pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) - Jawa Barat
  • Bendungan Way Apu - Maluku
  • Bendungan Jragung - Jawa Tengah
  • Bendungan Mbay - Nusa Tenggara Timur
  • Bendungan Bulango Ulu - Gorontalo
  • SPAM Regional Wosusokas - Jawa Tengah
  • SPAM Regional Benteng-Kobema - Bengkulu
  • Ekspansi Kilang Minyak Tuban - Jawa Timur
  • Pengembangan Biofuel - Jawa Timur
  • Pembangunan Jaringan Gas (Jargas) Perkotaan - Batam, Palembang, Pekanbaru, Makassar, Jakarta, Bekasi, Palu
  • Pengembangan KEK Arun Lhokseumawe - Aceh
  • Pengembangan KEK Sei Mangkei - Sumatera Utara
  • Pengembangan KEK Galang Batang - Kepulauan Riau
  • Pembangunan Pelabuhan Patimban - Jawa Barat
  • Pembangunan Jakarta Metropolitan Mass Rapid Transit Koridor Timur-Barat - Jakarta, Jawa Barat, Banten
  • Jalan Tol Serang-Panimbang - Banten
  • Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi - Jawa Timur
  • Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban - Jawa Barat
  • Jakarta Sewerage System - DKI Jakarta
  • Dan masih banyak lagi proyek pembangunan kawasan industri di berbagai wilayah Indonesia.

Total terdapat 48 proyek yang dilanjutkan dari era Jokowi, menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan pembangunan nasional dan mencapai target-target pembangunan yang telah ditetapkan.