Antisipasi Bahaya, Pemkot Jambi Matikan Listrik Bilik Pengolahan Limbah Sijenjang

Antisipasi Bahaya, Pemkot Jambi Matikan Listrik Bilik Pengolahan Limbah Sijenjang

Tingginya curah hujan yang melanda Kota Jambi selama dua pekan terakhir memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengambil langkah antisipatif guna mencegah potensi bahaya. Pemkot memutuskan untuk mematikan aliran listrik ke bilik pengelolaan limbah di kawasan Sijenjang. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan mengingat genangan air yang cukup tinggi di sekitar lokasi tersebut berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Wali Kota Jambi, Maulana, saat ditemui di Kantor Wali Kota pada Selasa (18/3/2025), menjelaskan bahwa penonaktifan listrik pada bilik pengolahan limbah tersebut dilakukan demi keamanan. "Langkah ini diambil karena adanya potensi bahaya yang ditimbulkan oleh genangan air yang cukup tinggi," ujarnya. Kondisi ini dipantau secara ketat oleh Pemkot untuk memastikan tidak terjadi insiden yang tidak diinginkan.

Selain bilik pengolahan limbah, Pemkot Jambi juga memantau ketat kondisi Rumah Sakit Abdurahman Sayuti yang turut terdampak genangan air. Meskipun saat ini masih berada dalam kondisi aman, Pemkot tetap siaga penuh. Wali Kota Maulana menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi pemadaman listrik di rumah sakit tersebut akibat meluapnya air. "Jika banjir semakin parah dan mengganggu pasokan listrik ke Rumah Sakit Abdurahman Sayuti, maka pemadaman listrik harus menjadi opsi terakhir," tegas Maulana. Sebagai antisipasi, rumah sakit tersebut telah diinstruksikan untuk mempersiapkan genset sebagai sumber daya listrik cadangan guna memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa kendala. Keberlangsungan layanan medis di tengah cuaca ekstrem menjadi prioritas utama Pemkot Jambi.

Wali Kota Maulana memastikan akan terus memantau secara langsung kondisi Rumah Sakit Abdurahman Sayuti guna memastikan pelayanan medis tetap berjalan optimal. Tim pemantau akan terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat mengganggu pelayanan kesehatan. Pemkot Jambi juga berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya untuk menangani dampak cuaca ekstrem ini, termasuk upaya-upaya mitigasi bencana dan penanggulangan dampak banjir. Langkah-langkah yang diambil Pemkot Jambi ini menunjukkan komitmen serius dalam melindungi keselamatan warga dan menjamin kelancaran pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan, di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Pemkot Jambi juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna meminimalisir risiko yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem tersebut.

Lebih lanjut, Pemkot Jambi berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan perbaikan sistem pengelolaan limbah di masa mendatang untuk mengantisipasi kejadian serupa di musim penghujan. Upaya ini mencakup peningkatan infrastruktur dan sistem drainase untuk mengurangi risiko genangan air, serta penyusunan rencana kontigensi yang lebih komprehensif dalam menghadapi potensi bencana alam. Pemkot juga akan meninjau kembali tata letak dan desain bilik pengolahan limbah untuk memastikan keselamatan dan kesiapan menghadapi kondisi cuaca ekstrim yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Berikut poin-poin penting yang perlu diperhatikan:

  • Pemkot Jambi mematikan listrik bilik pengelolaan limbah Sijenjang karena genangan air akibat hujan deras.
  • Rumah Sakit Abdurahman Sayuti dipantau ketat, dan telah disiapkan genset sebagai antisipasi pemadaman listrik.
  • Wali Kota Maulana menekankan pentingnya pelayanan medis tetap berjalan meski cuaca ekstrim.
  • Pemkot Jambi berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan perbaikan sistem pengelolaan limbah untuk mengantisipasi kejadian serupa.