UGM Umumkan Jalur Seleksi Mandiri: Perubahan Signifikan dalam UM UGM CBT dan Skema Beasiswa

UGM Umumkan Jalur Seleksi Mandiri 2025: Perubahan Sistem dan Beasiswa Tersedia

Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi membuka pendaftaran jalur seleksi mandiri tahun akademik 2025/2026. Tahun ini, UGM menghadirkan sejumlah perubahan signifikan dalam mekanisme Ujian Masuk UGM (UM UGM), khususnya pada jalur berbasis Computer-Based Test (CBT). Perubahan tersebut diumumkan oleh Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Gandes Retno Rahayu, pada Selasa (18/03/2025). Perubahan paling mencolok terletak pada penyederhanaan struktur ujian. Jika sebelumnya ujian dibagi berdasarkan kelompok Saintek, Soshum, dan Campuran, UM UGM CBT 2025 kini terintegrasi dalam tiga bagian utama: Tes Kemampuan Dasar (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika Dasar), Tes Potensi Akademik, dan Tes Kemampuan Akademik yang terdiri dari dua mata pelajaran spesifik sesuai program studi pilihan. Hal ini bertujuan untuk memberikan penilaian yang lebih komprehensif dan efisien.

Salah satu inovasi yang menarik adalah kebebasan bagi calon mahasiswa untuk memilih dua program studi. Prof. Rahayu menekankan pentingnya pemahaman calon mahasiswa terhadap persyaratan mata pelajaran pendukung program studi yang dipilih. Contohnya, pendaftar program studi Fisika MIPA akan diuji pada Matematika IPA dan Fisika, sementara pendaftar Sosiologi akan menghadapi ujian Sejarah dan Sosiologi. Sistem ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan kesempatan yang lebih luas bagi calon mahasiswa.

Selain UM UGM CBT, UGM juga menyediakan beberapa jalur seleksi alternatif yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada calon mahasiswa dari berbagai latar belakang. Jalur-jalur tersebut meliputi:

  • Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM): Diperuntukkan bagi calon mahasiswa berprestasi yang kurang mampu secara ekonomi, dengan persyaratan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dan pendapatan kotor gabungan orang tua maksimal Rp 4 juta per bulan.
  • Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB): Memprioritaskan calon mahasiswa dengan prestasi akademik dan non-akademik yang luar biasa. Persyaratan meliputi masuk dalam 25 peringkat terbaik di kelas, serta prestasi juara minimal tingkat provinsi di bidang IPTEK, olahraga, atau seni.
  • Afirmasi Tridharma UGM: Menyediakan kesempatan bagi calon mahasiswa dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) untuk meraih pendidikan tinggi di UGM.

Jumlah kuota mahasiswa baru yang ditawarkan mencapai 9.236, dengan pembagian 30% dari SNBP, 30% dari SNBT, dan 40% dari jalur Ujian Masuk UGM. Sekretaris Pendidikan dan Pengajaran UGM, Sigit Priyanta, menjelaskan lebih lanjut mengenai persyaratan dan alur pendaftaran masing-masing jalur seleksi. Beliau juga menekankan pentingnya memilih program studi yang sesuai dengan minat dan kemampuan, mengingat pemilihan program studi yang tidak linier akan berdampak pada pembobotan nilai.

Pendaftaran jalur mandiri dilakukan secara daring melalui laman resmi um.ugm.ac.id. Biaya pendaftaran bervariasi, mulai dari Rp 275.000 hingga Rp 500.000, tergantung jalur seleksi yang dipilih. Calon mahasiswa yang diterima melalui jalur mandiri akan dikenakan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) tambahan, dengan besaran bervariasi bergantung pada program studi yang dipilih (Rp 30 juta untuk Saintek dan Kesehatan, Rp 20 juta untuk Soshum). Jadwal pendaftaran dan tes keterampilan untuk masing-masing jalur telah diumumkan secara rinci di website resmi UGM, dengan rentang waktu pendaftaran beragam, dimulai dari Maret hingga Juni 2025. UGM berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang setara dan adil bagi seluruh calon mahasiswa berprestasi dari seluruh Indonesia.