Proyek RDF Rorotan Tuai Kritik: Warga JGC Keluhkan Minim Sosialisasi dan Dampak Lingkungan
Proyek RDF Rorotan Tuai Kritik: Warga JGC Keluhkan Minim Sosialisasi dan Dampak Lingkungan
Proyek pembangunan Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara, menuai kritik dari warga Perumahan Jakarta Garden City (JGC) di Cakung, Jakarta Timur. Keluhan utama warga berpusat pada minimnya sosialisasi sebelum pembangunan dimulai, serta dampak lingkungan yang signifikan dirasakan meskipun jarak perumahan elite tersebut dengan pabrik pengolahan sampah hanya sekitar 800 meter.
Ketua RT 18 RW 14 Klaster Shinano Perumahan JGC, Wahyu Andre Maryono, mengungkapkan kekecewaannya atas kurangnya transparansi dan partisipasi publik dalam proyek ini. "Tidak ada sosialisasi yang kami terima di lingkungan perumahan ini. Sosialisasi hanya dilakukan di empat RW yang berdekatan dengan lokasi RDF," ujarnya saat dikonfirmasi Selasa (18/3/2025). Wahyu menilai, proses pembangunan yang terkesan terburu-buru, dengan durasi proyek yang hanya diperkirakan 6-8 bulan, tidak memberikan ruang bagi kajian dampak lingkungan yang komprehensif.
Keberatan warga semakin diperkuat oleh dampak lingkungan yang telah dirasakan secara langsung. Bau busuk sampah yang menyengat, aroma kotoran, dan asap hitam pekat dari cerobong asap RDF Rorotan menjadi keluhan utama warga JGC. Kondisi ini, menurut Wahyu, seharusnya dapat diprediksi dan diminimalisir jika Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dikaji secara matang sebelum pembangunan dimulai. "Seharusnya, masyarakat dilibatkan sejak awal, diajak berdialog. Ini tiba-tiba sudah dibangun, kami kaget," tegasnya.
Ketidakhadiran sosialisasi yang memadai dinilai sebagai bentuk kegagalan komunikasi antara pihak pengembang proyek dan masyarakat. Hal ini menyebabkan warga merasa tidak dihargai dan haknya untuk mendapatkan informasi yang akurat dan transparan terabaikan. Kejadian ini pun menimbulkan pertanyaan akan keseriusan dalam mengedepankan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.
Minimnya sosialisasi dan dampak lingkungan negatif yang dialami warga JGC menjadi sorotan penting. Kejadian ini perlu menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah dan pihak terkait dalam pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur ke depannya, agar lebih mengedepankan prinsip partisipasi publik dan kajian dampak lingkungan yang komprehensif dan transparan.
Berikut poin-poin penting keluhan warga JGC:
- Minimnya sosialisasi pembangunan RDF Rorotan kepada warga JGC.
- Jarak RDF Rorotan yang dekat dengan Perumahan JGC (sekitar 800 meter) mengakibatkan dampak lingkungan yang signifikan.
- Bau busuk sampah dan aroma kotoran yang menyengat.
- Asap hitam pekat dari cerobong asap RDF Rorotan.
- Proses pembangunan yang dinilai tergesa-gesa tanpa kajian Amdal yang matang.
- Ketidakpuasan warga atas kurangnya transparansi dan partisipasi publik dalam proyek tersebut.
Pemerintah dan pihak terkait perlu meninjau ulang pelaksanaan proyek ini dan memastikan langkah-langkah perbaikan untuk meminimalisir dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Transparansi dan partisipasi publik merupakan kunci keberhasilan proyek pembangunan yang berkelanjutan.