Tugu Reasuransi Optimistis Raih Pendapatan Premi Rp 3,6 Triliun di 2025 Lewat Strategi Diversifikasi dan Inovasi

Tugu Reasuransi Bidik Pertumbuhan Agresif di 2025

PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) memasang target ambisius untuk pendapatan premi di tahun 2025, yakni mencapai angka Rp 3,6 triliun. Target ini mencerminkan optimisme perusahaan dalam menghadapi persaingan di industri reasuransi nasional. Direktur Operasional Tugure, Erwin Basri, mengungkapkan bahwa proyeksi pertumbuhan premi tahun ini dipatok sebesar 12-13 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,2 triliun. Strategi yang terukur dan terencana menjadi kunci utama dalam upaya pencapaian target tersebut.

Strategi Diversifikasi dan Penguatan Portofolio

Untuk mencapai target pendapatan yang signifikan tersebut, Tugure telah merancang sejumlah strategi kunci. Salah satu fokus utama adalah diversifikasi portofolio bisnis dengan mengeksplorasi potensi pasar yang selama ini belum dioptimalkan. Sektor asuransi kesehatan menjadi bidikan utama. Meskipun saat ini kontribusi premi dari sektor kesehatan terbilang masih rendah, yakni hanya 3 persen (turun dari 9 persen sebelumnya), Tugure melihat potensi pasar yang sangat besar di sektor ini dan berencana untuk meningkatkan penetrasi pasar secara signifikan. Selain sektor kesehatan, Tugure juga akan memperkuat portofolio di sektor properti yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan.

Inovasi dan Manajemen Risiko yang Handal

Selain strategi diversifikasi, Tugure juga menekankan pentingnya inovasi dan pengelolaan risiko yang efektif dan efisien. Direktur Teknik Tugure, R. Djoko Slamet Prasetiyo, menyatakan bahwa inovasi dalam underwriting dan manajemen risiko menjadi kunci keberhasilan perusahaan. Penerapan metode underwriting berbasis data dan teknologi menjadi salah satu prioritas untuk memastikan seleksi risiko yang lebih akurat dan mengurangi potensi kerugian. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan profitabilitas dan daya saing perusahaan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Ketahanan Finansial dan Kepatuhan Regulasi

Demi menjaga stabilitas finansial perusahaan, Tugure menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pencadangan dan menjalin kemitraan retrosesi dengan perusahaan reasuransi internasional yang memiliki peringkat minimal A-. Langkah ini bertujuan untuk memastikan perusahaan memiliki kemampuan yang memadai dalam menghadapi risiko besar dan menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan. Lebih lanjut, Tugure juga telah mempersiapkan diri untuk penerapan standar akuntansi terbaru, PSAK 117 dan PSAK 109, sebagai komitmen perusahaan terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan.

Strategi Utama Tugure untuk Mencapai Target Pendapatan Premi Rp 3,6 Triliun di 2025:

  • Ekspansi pasar di sektor asuransi kesehatan.
  • Penguatan portofolio di sektor properti.
  • Inovasi dalam underwriting berbasis data dan teknologi.
  • Penerapan manajemen risiko yang konservatif dan kolaborasi retrosesi.
  • Kepatuhan terhadap standar akuntansi terbaru (PSAK 117 dan PSAK 109).

Dengan strategi yang komprehensif dan terukur ini, Tugure optimis dapat mencapai target pendapatan premi yang ambisius di tahun 2025 dan memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan reasuransi terkemuka di Indonesia.