Gunung Ile Lewotolok di Lembata Kembali Erupsi, Tiga Kali dalam Tiga Jam

Gunung Ile Lewotolok di Lembata Kembali Erupsi, Tiga Kali dalam Tiga Jam

Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Rabu, 19 Maret 2025. Setidaknya tiga kali erupsi terjadi dalam rentang waktu tiga jam, disertai dentuman dan semburan abu vulkanik yang cukup tinggi. Aktivitas vulkanik ini telah memicu peningkatan kewaspadaan di sekitar kawasan gunung tersebut.

Berdasarkan laporan dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Yeremias Kristanto Pugel, erupsi pertama tercatat terjadi pada pukul 06.39 WITA. Letusan ini menghasilkan kolom abu vulkanik dengan ketinggian sekitar 300 meter di atas puncak gunung, yang memiliki ketinggian sekitar 1723 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu tebal, teramati condong mengarah ke timur. Amplitudo maksimum yang tercatat pada seismogram mencapai 10 mm dengan durasi sekitar 33 detik.

Tidak berselang lama, tepatnya pada pukul 07.18 WITA, Gunung Ile Lewotolok kembali erupsi. Erupsi kedua ini terbilang lebih intensif, dengan kolom abu mencapai ketinggian sekitar 500 meter. Warna abu teramati kelabu hingga hitam, dengan intensitas tebal dan arah condong ke timur, sama seperti erupsi pertama. Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 15.3 mm dan durasi sekitar 30 detik.

Puncak aktivitas erupsi terjadi pada pukul 08.50 WITA. Erupsi ketiga ini menjadi yang terbesar, dengan kolom abu mencapai ketinggian 700 meter di atas puncak gunung (sekitar 2123 meter di atas permukaan laut). Abu vulkanik berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal kembali teramati condong ke arah timur. Letusan ini disertai dentuman lemah dan tercatat pada seismogram dengan amplitudo maksimum 21.9 mm dan durasi sekitar 29 detik.

Meskipun Gunung Ile Lewotolok masih berstatus level II (Waspada), pihak PGA Ile Lewotolok mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap waspada dan meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang dan memakai masker atau alat pelindung diri lainnya untuk mencegah dampak negatif dari abu vulkanik terhadap kesehatan. Area-area yang berpotensi terdampak abu vulkanik perlu dipantau secara ketat untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:

  • Tiga kali erupsi dalam tiga jam: Menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan.
  • Ketinggian kolom abu: Berkisar antara 300-700 meter, mengindikasikan potensi bahaya yang perlu diwaspadai.
  • Warna dan arah abu: Kelabu hingga hitam, condong ke arah timur, memberikan gambaran arah penyebaran abu.
  • Imbauan kepada masyarakat: Kewaspadaan dan penggunaan alat pelindung diri sangat penting untuk mengurangi risiko kesehatan.
  • Status Gunung Ile Lewotolok: Tetap pada level II (Waspada), memerlukan pemantauan intensif.

Situasi di sekitar Gunung Ile Lewotolok membutuhkan pemantauan dan penanganan yang serius dari pihak berwenang. Kepatuhan masyarakat terhadap imbauan yang dikeluarkan sangat penting untuk mengurangi risiko kerugian dan korban jiwa.