INA Berikan Insentif Tarif Tol 20% untuk Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2025

INA Berikan Insentif Tarif Tol 20% untuk Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2025

Indonesia Investment Authority (INA), melalui anak perusahaannya PT Rafflesia Investasi Indonesia (RII), telah mengumumkan pemberian diskon tarif tol sebesar 20% di tiga ruas tol strategis selama periode mudik dan balik Lebaran 2025. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen INA untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas dan mengurangi kepadatan selama periode puncak liburan Idul Fitri. Diskon ini diharapkan dapat meratakan distribusi kendaraan dan memberikan keringanan biaya perjalanan bagi masyarakat yang merayakan Lebaran. Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh CEO Rafflesia Investasi Indonesia, Moh Adhi Resza, dalam konferensi pers di Kantor Kementerian PU pada Rabu, 19 Maret 2025.

Ketiga ruas tol yang mendapatkan insentif tersebut meliputi Jalan Tol Kanci-Pejagan dan Jalan Tol Pejagan-Pemalang di jaringan Jalan Tol Trans Jawa (JTTJ), serta Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Penerapan diskon ini memiliki periode yang berbeda-beda untuk setiap ruas tol. Untuk Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, diskon 20% berlaku efektif mulai 24 Maret 2025 pukul 07.00 WIB hingga 26 Maret 2025 pukul 06.59 WIB untuk arus mudik, dan 3 April 2025 pukul 07.00 WIB hingga 5 April 2025 pukul 06.59 WIB untuk arus balik. Diskon ini berlaku untuk perjalanan menerus dari Gerbang Tol (GT) Bakauheni Selatan hingga GT Kayuagung (arus mudik) dan sebaliknya (arus balik).

Sementara itu, di ruas Jalan Tol Trans Jawa (JTTJ), yaitu Tol Kanci-Pejagan dan Tol Pejagan-Pemalang, diskon 20% berlaku untuk arus mudik pada 24-26 Maret 2025 pukul 05.00 WIB hingga 05.00 WIB. Untuk arus balik, diskon berlaku pada tanggal 3, 4, 8, dan 9 April 2025. Penerapan diskon di JTTJ ini sejalan dengan kesepakatan antara tujuh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengelola tol di cluster 2, yang mengharuskan perjalanan menerus dari GT Cikampek Utama hingga GT Kalikangkung dan sebaliknya untuk mendapatkan diskon.

Adhi Resza menekankan bahwa syarat utama untuk memperoleh diskon 20% adalah perjalanan harus menerus. Artinya, pengendara yang keluar di gerbang tol sebelum mencapai tujuan akhir tidak akan mendapatkan diskon tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mendorong efisiensi dan meminimalisir potensi penyalahgunaan program diskon ini. Pemberian diskon tarif tol ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan pihak swasta untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran 2025.

Program ini merupakan bentuk sinergi positif antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Semoga langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi kelancaran lalu lintas dan mengurangi beban biaya perjalanan bagi para pemudik.