SBTi Revisi Standar Net-Zero: Target Pengurangan Emisi Cakupan 3 Meningkat dan Fleksibilitas untuk Bisnis di Negara Berkembang
SBTi Revisi Standar Net-Zero: Langkah Menuju Dekarbonisasi yang Lebih Inklusif
Science Based Targets initiative (SBTi) baru-baru ini merilis draf revisi Standar Net-Zero Perusahaan, menandai langkah signifikan dalam upaya global untuk membatasi pemanasan global. Revisi ini, yang saat ini dalam tahap konsultasi publik hingga 1 Juni 2025, menunjukkan komitmen SBTi untuk meningkatkan ambisi dekarbonisasi sekaligus mempertimbangkan keberagaman kondisi bisnis di seluruh dunia. Draf ini menargetkan peningkatan signifikan dalam pengurangan emisi gas rumah kaca, terutama emisi Cakupan 3, sambil menawarkan fleksibilitas bagi perusahaan di negara berkembang.
Salah satu perubahan paling mencolok adalah peningkatan target pengurangan emisi Cakupan 3 menjadi 90 persen pada tahun 2050 atau lebih cepat. Emisi Cakupan 3, yang mencakup emisi dari seluruh rantai nilai perusahaan, merupakan sumber emisi terbesar bagi banyak bisnis. Peningkatan target ini mencerminkan urgensi mengatasi dampak emisi di seluruh rantai pasokan dan mendorong transformasi yang lebih menyeluruh. Namun, SBTi menyadari tantangan yang dihadapi oleh perusahaan, khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Oleh karena itu, revisi ini mengklasifikasikan perusahaan ke dalam dua kategori: Kategori A, yang mencakup bisnis besar dan menengah di negara-negara berpenghasilan tinggi dengan persyaratan yang lebih ketat, dan Kategori B, yang mencakup bisnis menengah dan kecil di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan opsi yang lebih fleksibel.
Rincian Perubahan Utama:
- Pengklasifikasian Perusahaan: Pembagian perusahaan ke dalam dua kategori (A dan B) berdasarkan ukuran dan geografi, mempertimbangkan perbedaan kapasitas dan tantangan dekarbonisasi.
- Target Pengurangan Emisi Cakupan 3: Peningkatan target pengurangan emisi Cakupan 3 menjadi 90 persen pada tahun 2050, dengan fleksibilitas dalam menetapkan target jangka panjang (absolut, berbasis intensitas, atau peningkatan keselarasan rantai nilai).
- Target Terpisah untuk Emisi Cakupan 1 dan 2: Persyaratan untuk menetapkan target terpisah untuk mengurangi emisi Cakupan 1 (langsung) dan Cakupan 2 (berkaitan dengan daya), menjamin transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar.
- Penghapusan Karbon: Persyaratan untuk mempertimbangkan penghapusan karbon sebagai strategi untuk mengatasi emisi residual, menekankan pentingnya solusi berbasis alam dan teknologi.
- Perencanaan Transisi: Rekomendasi atau persyaratan bagi semua perusahaan untuk membuat rencana transisi yang komprehensif, selaras dengan tren regulasi global seperti Arahan Pelaporan Keberlanjutan Perusahaan (CSRD) di Uni Eropa.
Proses konsultasi publik yang sedang berlangsung memungkinkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan, memastikan draf revisi ini mengakomodasi praktik terbaik dan tantangan sektoral yang beragam. SBTi bertekad untuk menghasilkan standar yang ketat namun praktis, membantu bisnis mencapai target net-zero sambil berkontribusi pada upaya global dalam mengatasi perubahan iklim. Setelah proses konsultasi, draf akan ditinjau dan disetujui oleh dewan teknis SBTi sebelum akhirnya disahkan dan diterapkan secara global. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong percepatan transisi menuju ekonomi rendah karbon dan menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi semua.
Ketua SBTi, Francesco Starace, menekankan pentingnya revisi standar ini dalam konteks terbatasnya anggaran karbon global. Revisi ini merupakan langkah penting dalam menyelaraskan ambisi dekarbonisasi dengan realitas operasional bisnis di berbagai skala dan geografi.