Kompolnas Usut Tuntas Penembakan Tiga Polisi di Lampung: Desak Keadilan untuk Korban dan Penegakan Hukum yang Tegas

Kompolnas Usut Tuntas Penembakan Tiga Polisi di Lampung: Desak Keadilan untuk Korban dan Penegakan Hukum yang Tegas

Tragedi penembakan tiga anggota Polsek Negara Batin, Way Kanan, Lampung, yang terjadi pada Senin, 16 Maret 2025, telah menyita perhatian publik. Ketiga polisi tersebut gugur saat menjalankan tugas penggerebekan judi sabung ayam di Kampung Karang Manik. Menyikapi peristiwa yang menggemparkan ini, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) langsung turun tangan untuk memastikan proses penyelidikan berjalan transparan dan tuntas. Dua komisioner Kompolnas, Choirul Anam dan Supardi Hamid, melakukan kunjungan langsung ke keluarga korban pada Rabu, 19 Maret 2025.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga yang tengah berduka, serta menggali informasi langsung dari pihak keluarga guna membantu proses penyelidikan. Dalam kunjungan tersebut, terlihat karangan bunga berjejer di sepanjang jalan menuju rumah duka Bripda M Ghalib Surya Ganta, salah satu korban. Ibu Bripda Ghalib, dengan mata berkaca-kaca, menyampaikan harapannya agar pelaku penembakan dihukum seberat-beratnya dan seadil-adilnya. Harapan yang sama juga diutarakan oleh Kompolnas, yang menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu.

"Apa yang terjadi pada Ghalib, ini bukan peristiwa yang dialami secara personal oleh Ghalib, tapi ini adalah peristiwa yang dialami oleh negara," tegas Supardi Hamid kepada keluarga korban. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kasus ini ditangani secara serius, sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi aparat penegak hukum yang sedang menjalankan tugas. Kompolnas juga memastikan akan mengumpulkan informasi selengkap mungkin dari berbagai sumber, termasuk mengunjungi lokasi kejadian perkara (TKP) dan menemui pihak-pihak terkait lainnya. Informasi ini akan menjadi bahan penting untuk mendorong proses hukum yang berkeadilan dan memberikan sanksi yang setimpal bagi pelaku.

Kompolnas menekankan komitmennya untuk mengawal proses penyelidikan hingga tuntas. Mereka berharap agar terungkapnya seluruh fakta peristiwa ini dapat menjadi modal utama dalam memberikan sanksi yang seberat-berat nya. "Semoga terangnya peristiwa menjadi modal utama dalam pemberian sanksi yang seberat-beratnya. Untuk keadilan bagi korban dan keadilan bagi penegakan hukum di seluruh Indonesia," pungkas Choirul Anam. Kasus ini telah menimbulkan gelombang keprihatinan dan kecaman di masyarakat, serta menjadi sorotan tajam mengenai pentingnya perlindungan bagi aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas. Kompolnas berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Langkah investigasi oleh Kodam II/Sriwijaya terkait dugaan keterlibatan oknum TNI juga menjadi fokus perhatian. Terungkapnya dugaan tersebut menambah kompleksitas kasus ini dan menuntut proses penyelidikan yang lebih teliti dan transparan. Kompolnas berharap kerja sama yang solid antar lembaga penegak hukum dapat memastikan keadilan ditegakkan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Berikut poin penting yang ditekankan Kompolnas:

  • Mendukung sepenuhnya proses hukum yang adil dan transparan.
  • Mengawal penyelidikan hingga tuntas dan pelaku dihukum seberat-berat nya.
  • Menjamin perlindungan bagi aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas.
  • Meminta kerja sama antar lembaga penegak hukum untuk menyelesaikan kasus ini.
  • Menuntut keadilan bagi keluarga korban dan penegakan hukum yang tegas di seluruh Indonesia.