Rekonstruksi Patung Buddha Abad ke-13 di Angkor: Penemuan Tubuh yang Melengkapi Kepala yang Ditemukan 98 Tahun Lalu

Rekonstruksi Patung Buddha Abad ke-13 di Angkor: Penemuan Tubuh yang Melengkapi Kepala yang Ditemukan 98 Tahun Lalu

Tim arkeolog berhasil mengungkap misteri yang telah membentang selama hampir seabad di kompleks candi Angkor, Kamboja. Pada Maret 2025, ekskavasi di Kuil Ta Prohm membuahkan hasil penemuan yang luar biasa: tubuh patung Buddha setinggi 1,16 meter, bergaya seni Bayon khas abad ke-12 atau ke-13 Masehi. Penemuan ini semakin mengagumkan karena tubuh patung tersebut secara mengejutkan melengkapi kepala patung Buddha yang telah ditemukan di lokasi yang sama pada tahun 1927.

Jarak antara tempat penemuan kedua bagian patung ini tercatat sejauh 49 meter, menambah keunikan penemuan ini. Setelah melalui proses pemeriksaan yang cermat, termasuk pemindaian optik elektronik, para arkeolog memastikan bahwa potongan-potongan tersebut memang cocok dan berasal dari patung yang sama. Neth Simon, salah satu arkeolog yang terlibat dalam proyek ini, mengungkapkan rasa terkejutnya atas penemuan ini, terutama mengingat sebelumnya hanya ditemukan fragmen-fragmen kecil. "Kami sangat terkejut saat menemukan patung ini karena sejauh ini yang kami temukan hanyalah potongan-potongan kecil," ujar Simon kepada Associated Press.

Tubuh patung yang ditemukan tersebut berdetail sangat indah. Patung tersebut digambarkan mengenakan jubah dan selempang, dengan perhiasan berukir yang rumit, dan tangan kirinya terlipat di dada. Penemuan ini membuka peluang besar untuk merekonstruksi patung Buddha yang utuh dan memberikan wawasan berharga tentang seni dan budaya Khmer pada masa kejayaan Kekaisaran Khmer.

Tim arkeologi saat ini sedang dalam proses mengajukan permohonan kepada Kementerian Kebudayaan dan Seni Rupa Kamboja untuk mendapatkan izin resmi guna menyatukan kembali tubuh dan kepala patung tersebut. Jika mendapat persetujuan, proses rekonstruksi akan dilakukan dengan kehati-hatian untuk memastikan keutuhan dan kelestarian patung bersejarah ini. Simon menambahkan, "Sebagai seorang arkeolog, saya akan sangat senang" jika upaya tersebut berhasil.

Penemuan ini juga semakin memperkaya khazanah sejarah dan budaya di situs Angkor, salah satu situs warisan dunia UNESCO terpenting di Asia Tenggara. Kompleks candi Angkor, dengan luas 398 kilometer persegi, menyimpan sisa-sisa ibukota Kekaisaran Khmer yang megah yang membentang dari abad ke-9 hingga abad ke-15 Masehi. Kuil Ta Prohm sendiri, yang dikenal sebagai "kuil hutan" karena akar dan pepohonan yang menyelimuti reruntuhannya, diyakini dibangun pada akhir abad ke-12 dan awal abad ke-13 Masehi, berfungsi sebagai biara dan universitas Buddha pada masa itu. Penemuan ini memberikan bukti nyata akan kekayaan dan kompleksitas sejarah Angkor.

Proses rekonstruksi patung Buddha ini diharapkan mampu memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai perkembangan seni patung dan agama Buddha di Kamboja pada periode tersebut. Penemuan ini juga membuka peluang bagi penelitian lebih lanjut, termasuk analisis bahan material patung dan teknik pembuatannya untuk mengungkap lebih banyak informasi berharga mengenai sejarah dan kebudayaan Khmer pada masa lalu. Keberhasilan rekonstruksi patung ini akan menjadi sebuah pencapaian bersejarah bagi dunia arkeologi dan pelestarian warisan budaya dunia.