Minimnya Anggaran, Pemkab Lebak Optimalkan Paving Block untuk Perbaikan Infrastruktur Jalur Mudik

Pemkab Lebak Siapkan Jalur Mudik dengan Paving Block di Tengah Keterbatasan Anggaran

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, tengah berupaya keras mempersiapkan infrastruktur jalan untuk menyambut arus mudik Lebaran 2025. Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Lebak memilih solusi inovatif dengan menggunakan paving block untuk memperbaiki dan memelihara sejumlah ruas jalan utama.

Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap pemangkasan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat sebesar Rp 32 miliar. Pemangkasan ini memaksa Pemkab Lebak untuk mencari cara yang lebih efisien dalam mengelola anggaran yang tersedia.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak, Irvan Suyatuvika, penggunaan paving block dipilih karena beberapa alasan strategis:

  • Efisiensi Anggaran: Paving block menawarkan solusi perbaikan jalan yang lebih terjangkau dibandingkan dengan penggunaan aspal atau beton.
  • Kondisi Cuaca: Curah hujan yang tinggi di wilayah Lebak menjadi pertimbangan utama. Paving block dinilai lebih tahan terhadap genangan air dan perubahan cuaca ekstrem dibandingkan dengan hotmix yang rentan rusak.
  • Waktu Pengerjaan: Pengerjaan jalan dengan paving block relatif lebih cepat dibandingkan dengan pengecoran beton yang membutuhkan waktu pengeringan hingga 3 hari. Hal ini memungkinkan perbaikan jalan dilakukan tanpa mengganggu arus lalu lintas secara signifikan.

Prioritaskan Keamanan Pemudik

Irvan Suyatuvika juga menekankan bahwa perbaikan jalan dengan paving block akan diprioritaskan pada titik-titik rawan kecelakaan di sepanjang jalur mudik. Dinas PUPR Lebak saat ini tengah melakukan survei untuk mengidentifikasi titik-titik tersebut.

"Kami fokus pada titik-titik yang berpotensi membahayakan pemudik, seperti lubang atau kerusakan jalan yang tiba-tiba. Perbaikan akan dilakukan secara cepat dan tepat sasaran," ujar Irvan.

Beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas perbaikan antara lain:

  • Rangkasbitung-Malingping
  • Leuwidamar-Muncang
  • Jalan Siliwangi

Efisiensi Anggaran Daerah

Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak, Budi Santoso, menjelaskan bahwa pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat memaksa Pemkab Lebak untuk melakukan efisiensi di berbagai sektor. Namun, ia memastikan bahwa sektor pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan tidak akan terpengaruh.

"Kami memahami bahwa kondisi keuangan negara saat ini sedang tidak mudah. Pemkab Lebak akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengoptimalkan anggaran yang ada demi kepentingan masyarakat," kata Budi.

Budi juga menambahkan bahwa Pemkab Lebak harus menyiapkan Rp 40 miliar untuk menjalankan program prioritas Bupati Lebak Hasbi Jayabaya. Oleh karena itu, efisiensi anggaran menjadi kunci untuk memastikan semua program dapat berjalan dengan lancar.

"Meskipun ada keterbatasan anggaran, kami tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Lebak, terutama dalam menyambut arus mudik Lebaran 2025," pungkas Budi.

Dengan strategi yang tepat dan pengelolaan anggaran yang efisien, Pemkab Lebak optimis dapat mempersiapkan infrastruktur jalan yang aman dan nyaman bagi para pemudik, meskipun dengan sumber daya yang terbatas.