James Harrison, 'Manusia Berlengan Emas' yang Plasma Darahnya Selamatkan Jutaan Bayi, Tutup Usia

James Harrison, Pahlawan Tanpa Jubah yang Selamatkan Jutaan Nyawa

Dunia kehilangan seorang pahlawan tanpa jubah. James Harrison, pria asal Australia yang dikenal luas sebagai 'Manusia Berlengan Emas', meninggal dunia pada usia 88 tahun di panti jompo New South Wales pada 17 Februari 2024. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh keluarganya pada hari Senin. Sepanjang hidupnya, Harrison telah memberikan kontribusi luar biasa bagi kemanusiaan melalui plasma darahnya yang langka, menyelamatkan nyawa lebih dari dua juta bayi.

Keistimewaan darah Harrison terletak pada kandungan antibodi langka Anti-D. Antibodi ini menjadi komponen penting dalam pembuatan obat yang diberikan kepada ibu hamil dengan risiko darahnya menyerang bayi yang dikandung. Tanpa kontribusi Harrison, jutaan bayi mungkin tidak akan pernah lahir atau menghadapi risiko penyakit hemolitik pada janin dan bayi baru lahir (HDFN), sebuah kelainan darah yang mematikan. HDFN terjadi ketika ketidakcocokan golongan darah antara ibu dan bayi menyebabkan serangan sel darah merah bayi oleh sistem kekebalan tubuh ibu. Plasma darah Harrison telah menjadi kunci dalam mencegah tragedi ini.

Perjalanan Harrison sebagai pendonor dimulai setelah ia sendiri menerima transfusi darah saat menjalani operasi dada besar di usia 14 tahun. Pengalaman ini mendorongnya untuk membalas kebaikan tersebut dengan menjadi pendonor plasma darah secara rutin, dimulai pada usia 18 tahun dan berlanjut setiap dua minggu hingga usia 81 tahun. Dedikasi dan keikhlasannya yang luar biasa ini membawanya pada rekor dunia sebagai pendonor plasma darah terbanyak, sebuah gelar yang ia pegang hingga tahun 2022. Lebih dari 3 juta dosis anti-D yang dihasilkan dari plasma darahnya telah diberikan kepada lebih dari 2 juta ibu di Australia sejak tahun 1967. Kontribusinya yang monumental ini telah diakui secara resmi melalui penganugerahan Medali Ordo Australia pada tahun 1999.

Kisah Harrison bukan hanya tentang angka dan rekor. Ia adalah cerminan dari rasa empati dan kepedulian yang luar biasa. Putri Harrison, Tracey Mellowship, mengungkapkan kebanggaan ayahnya atas dampak positif yang diberikannya kepada dunia. "Ia selalu mengatakan itu tidak menyakitkan, dan nyawa yang Anda selamatkan bisa menjadi milik Anda sendiri," tutur Mellowship, yang bersama dua cucunya juga telah menerima imunisasi anti-D berkat plasma darah Harrison. Mellowship menambahkan, ayahnya merasa bahagia mengetahui banyak keluarga, seperti keluarganya sendiri, yang ada berkat kebaikannya.

Australian Red Cross Blood Service turut menyampaikan penghormatan atas jasa-jasa Harrison yang tak ternilai. Kepergiannya merupakan kehilangan besar bagi dunia medis dan kemanusiaan, namun warisan kebaikannya akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang untuk berbuat baik dan berbagi kepada sesama. Dedikasi dan pengorbanan Harrison akan selamanya dikenang sebagai contoh nyata tentang bagaimana satu individu dapat membuat dampak yang luar biasa bagi kehidupan jutaan orang lain.

Berikut beberapa poin penting dari kontribusi James Harrison:

  • Pendonor plasma darah paling produktif di dunia
  • Plasma darahnya mengandung antibodi langka Anti-D
  • Antibodi Anti-D digunakan untuk membuat obat yang melindungi bayi dari HDFN
  • Lebih dari 3 juta dosis anti-D telah diberikan berkat plasma darahnya
  • Telah menyelamatkan lebih dari 2 juta bayi di Australia
  • Menerima Medali Ordo Australia atas jasanya