Polri Siapkan Strategi Komprehensif Atasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2025

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menyiapkan serangkaian strategi rekayasa lalu lintas yang komprehensif untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus mudik Lebaran 2025. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa skema rekayasa lalu lintas ini dirancang untuk meminimalkan kemacetan dan memastikan kelancaran perjalanan bagi para pemudik.

Dalam keterangannya usai memimpin apel pasukan Operasi Ketupat 2025 di Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (20/3/2025), Jenderal Sigit menjelaskan tiga pilar utama rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan:

  • Ganjil Genap: Pembatasan kendaraan berdasarkan plat nomor ganjil atau genap pada tanggal tertentu akan diterapkan di ruas-ruas jalan tol yang rawan kepadatan.
  • Contraflow: Sistem contraflow, yaitu penggunaan jalur berlawanan arah untuk menambah kapasitas jalan, akan diaktifkan secara situasional berdasarkan kondisi lalu lintas.
  • One Way: Sistem satu arah (one way) akan diberlakukan pada ruas-ruas tol tertentu untuk memaksimalkan kapasitas jalan dan mempercepat laju kendaraan. Implementasi sistem one way ini akan sangat bergantung pada volume kendaraan dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Selain rekayasa lalu lintas, Polri juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengatur operasional kendaraan berat (sumbu 3 atau lebih) selama periode mudik. Pembatasan operasional ini bertujuan untuk mengurangi beban jalan dan memperlancar arus lalu lintas. Pengawasan ketat juga akan dilakukan di jalur-jalur arteri, dengan penempatan personel dan pos pengamanan di titik-titik strategis.

Untuk mendukung kelancaran Operasi Ketupat 2025, Polri telah mendirikan 2.335 posko yang tersebar di seluruh Indonesia. Posko-posko ini terdiri dari:

  • 1.738 Pos Pengamanan: Berfungsi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
  • 788 Pos Pelayanan: Memberikan pelayanan informasi, kesehatan, dan bantuan teknis kepada pemudik.
  • 309 Pos Terpadu: Melibatkan berbagai instansi terkait seperti TNI, Dinas Perhubungan, dan petugas kesehatan.

Kapolri menekankan pentingnya pelayanan prima dari seluruh personel yang bertugas. Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan hotline 110 yang beroperasi 24 jam untuk melaporkan masalah atau membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik.

"Kami berharap pelayanan mudik tahun 2025 ini dapat berjalan semakin baik, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat," ujar Jenderal Sigit.

Sebanyak 164.298 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait dikerahkan dalam Operasi Ketupat 2025. Mereka akan mengamankan 126 ribu objek vital, termasuk masjid (terutama saat pelaksanaan salat Idul Fitri), pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan tempat-tempat wisata.

Dengan persiapan matang dan koordinasi yang solid, Polri optimis dapat mengelola arus mudik Lebaran 2025 dengan efektif dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.