Presiden Prabowo Fokus Genjot Penerimaan Negara: Airlangga dan Sri Mulyani Dipanggil ke Istana
Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri Ekonomi Bahas Strategi Peningkatan Penerimaan Negara
Presiden terpilih, Prabowo Subianto, menunjukkan fokusnya pada penguatan ekonomi nasional dengan memanggil sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju serta pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (20/3/2025). Pertemuan penting ini secara khusus membahas strategi untuk memaksimalkan penerimaan negara.
Dari pantauan, sejumlah tokoh penting terlihat hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar. Rombongan menteri dan pimpinan lembaga tersebut meninggalkan kompleks Istana sekitar pukul 19.15 WIB setelah melakukan pertemuan intensif.
Menko Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa agenda utama pertemuan adalah membahas berbagai aspek penerimaan negara. "Pertemuan tadi fokus pada penerimaan negara. Detailnya, lebih baik ditanyakan langsung ke Ibu Menteri Keuangan," ujarnya kepada awak media.
Ketika ditanya apakah pertemuan tersebut juga menyinggung perihal fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, Airlangga menegaskan bahwa fokus utama pembicaraan adalah pada upaya peningkatan penerimaan negara melalui berbagai sektor.
"Kita membahas pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), royalti, dan semua potensi penerimaan lainnya," jelas Airlangga. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah menaruh perhatian besar pada optimalisasi seluruh sumber pendapatan negara.
Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan yang jelas kepada para menteri yang hadir. Arahan tersebut menekankan pentingnya upaya berkelanjutan untuk memaksimalkan penerimaan negara dari berbagai sektor.
"Ya, kita membahas penerimaan negara secara komprehensif. Bapak Presiden meminta agar kita memaksimalkan penerimaan negara," pungkas Airlangga. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen pemerintahan mendatang untuk menjaga stabilitas fiskal dan membiayai program-program pembangunan melalui peningkatan penerimaan negara. Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa Prabowo Subianto menempatkan isu ekonomi dan keuangan sebagai prioritas utama dalam pemerintahannya, dengan fokus khusus pada peningkatan penerimaan negara sebagai kunci untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.
Rincian Pembahasan:
- Pajak
- Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
- Royalti
- Potensi Penerimaan Negara Lainnya
Arahan Presiden Prabowo:
- Memaksimalkan penerimaan negara secara komprehensif dan berkelanjutan.