Masalah Bau di RDF Rorotan: Tumpukan Sampah Lama dan Optimalisasi Pengolahan Jadi Sorotan

Bau Menyengat di RDF Rorotan Diduga Akibat Penumpukan Sampah Belum Terolah

Jakarta, Ibu Kota Negara - Bau tidak sedap yang tercium di sekitar fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengungkapkan bahwa penyebab utama masalah ini adalah adanya tumpukan sampah lama yang belum sempat diolah.

"Prioritas utama saat ini adalah mengolah sampah yang sudah ada. Penumpukan sampah terjadi saat proses commissioning awal pada tanggal 10 atau 11 Februari," jelas Asep, seperti dikutip dari Antara, Kamis (20/3/2025). Proses commissioning adalah serangkaian pengujian dan penyesuaian sistem sebelum pengoperasian penuh sebuah fasilitas.

Menurut Asep, pada saat commissioning awal, terdapat akumulasi sekitar 2.500 ton sampah sebagai bagian dari proses tersebut. Penumpukan inilah yang kemudian memicu keluhan dari warga sekitar.

Selain masalah penumpukan sampah, Asep juga menyoroti masalah optimalisasi fungsi peralatan pengolahan sampah di RDF Rorotan. Perangkat yang belum beroperasi maksimal menyebabkan proses pengolahan sampah menjadi lambat.

"Saat ini, sisa sampah dari proses commissioning tinggal sekitar 800 ton. Kami akan segera mengeluarkan sampah tersebut dalam waktu tiga hingga lima hari ke depan," janji Asep.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk segera mengosongkan tempat penampungan sampah (banker) agar masalah bau tidak sedap tidak terulang kembali. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif terhadap kualitas hidup warga sekitar.

Keluhan Warga dan Respons Pemerintah

Keluhan mengenai bau tidak sedap dari RDF Rorotan sebelumnya disampaikan oleh warga Perumahan Jakarta Garden City (JGC). Ketua RT 18 RW 14 Klaster Shinano, Wahyu Andre Maryono, mengungkapkan bahwa warga telah menyampaikan protes terkait masalah ini. Bahkan, seorang anak bernama Kefas (5) menulis surat yang mengeluhkan bau tersebut karena mengganggu nafsu makannya.

"Saya menerima surat dari anak warga karena bau sampah RDF," kata Wahyu kepada Kompas.com, Senin (17/3/2025) malam.

Dalam suratnya, Kefas mengungkapkan bahwa bau menyengat dari RDF Rorotan membuatnya kehilangan nafsu makan.

Menanggapi keluhan warga, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjanji untuk segera menyelesaikan masalah bau tidak sedap ini. Selain mempercepat pengolahan sampah lama, pemerintah juga akan mengoptimalkan fungsi peralatan pengolahan sampah di RDF Rorotan. Upaya-upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi warga sekitar.

Langkah Strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta:

  • Mempercepat pengolahan sampah lama yang menumpuk di RDF Rorotan.
  • Mengoptimalkan fungsi peralatan pengolahan sampah agar dapat beroperasi secara maksimal.
  • Mengosongkan tempat penampungan sampah (banker) secara berkala.
  • Meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan warga sekitar.
  • Melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja RDF Rorotan.

Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap dapat mengatasi masalah bau tidak sedap di RDF Rorotan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup bagi warga Jakarta Utara.