Aktivitas Vulkanik Gunung Dukono Meningkat: 152 Erupsi dalam Sehari, Status Waspada Diberlakukan

Gunung Dukono Menggeliat: Ratusan Letusan dalam 24 Jam

HALMAHERA UTARA - Gunung Dukono, yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan dalam 24 jam terakhir. Data dari Pos Pengamatan Gunung Api Dukono mencatat sebanyak 152 letusan terjadi dalam periode waktu antara pukul 00.00 hingga 24.00 WIT pada tanggal 20 Maret 2025. Tinggi kolom abu yang dimuntahkan dari kawah gunung api ini bervariasi antara 700 hingga 1.000 meter di atas puncak.

Menurut laporan yang disampaikan oleh Bambang Sugiono, petugas Pos Pengamatan Dukono, asap letusan yang keluar dari kawah gunung api tersebut didominasi warna putih hingga kelabu. Kondisi visual gunung saat pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar area tertutup kabut, namun saat cuaca cerah, arah asap letusan cenderung mengarah ke barat.

Rincian Aktivitas Kegempaan

Selain jumlah letusan yang signifikan, aktivitas kegempaan Gunung Dukono juga mencatatkan beberapa poin penting:

  • Gempa Letusan/Erupsi: Terjadi sebanyak 152 kali, dengan amplitudo bervariasi antara 9 hingga 34 milimeter, dan durasi gempa berkisar antara 34,38 hingga 63,75 detik.
  • Gempa Tektonik Jauh: Terekam sebanyak dua kali, dengan amplitudo antara 14 hingga 20 milimeter, dan durasi 73,77 hingga 73,91 detik.
  • Tremor Menerus: Teramati dengan amplitudo antara 1 hingga 4 milimeter, dengan dominasi pada angka 2 milimeter.

Status Waspada dan Imbauan Keselamatan

Sehubungan dengan peningkatan aktivitas vulkanik ini, status Gunung Dukono saat ini berada pada Level II (Waspada). Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari kawah Malupang Warirang.

Imbauan penting:

  • Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dianjurkan untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut.
  • Masker digunakan saat diperlukan untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan, mengingat letusan dengan abu vulkanik terjadi secara periodik.
  • Sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area yang terdampak abu bersifat dinamis dan tidak tetap.

Masyarakat diharapkan untuk terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang dan mengikuti arahan yang diberikan demi keselamatan bersama.