Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi, Warga Flores Timur Mengungsi Massal
Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi, Warga Flores Timur Mengungsi Massal
FLORES TIMUR, NTT - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi dahsyat pada Kamis (23/2/2025) malam. Letusan ini memicu kepanikan warga di sekitar gunung, khususnya di Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, yang kemudian berhamburan mencari tempat perlindungan aman.
Dampak Erupsi dan Reaksi Warga
Menurut laporan warga setempat, Delfis Henakin (30), sebagian besar warga Desa Hokeng Jaya memilih mengungsi ke Desa Boru untuk menghindari dampak langsung dari erupsi. Beberapa bahkan mencari perlindungan hingga wilayah perbatasan antara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka.
"Tadi malam letusannya cukup besar, kemungkinan kita akan mengungsi sementara waktu," ujar Delfis, menggambarkan betapa dahsyatnya erupsi kali ini.
Erupsi tersebut tidak hanya menghasilkan suara dentuman dan gemuruh yang kuat, tetapi juga menyebabkan hujan abu, kerikil, dan lumpur di beberapa desa sekitar, termasuk Nobo, Nurabelen, Lewoawan, dan Riangrita. Kondisi ini semakin memperburuk situasi dan mendorong warga untuk segera mengungsi.
Meski sebagian warga sempat kembali ke rumah masing-masing pada Jumat (21/3/2025) pagi, namun banyak yang masih bertahan di lokasi pengungsian karena khawatir akan terjadi erupsi susulan.
Respon Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merespon cepat situasi darurat ini. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Avelina Manggota Hallan, menyatakan bahwa pemerintah berencana untuk segera mengevakuasi warga terdampak ke tempat yang lebih aman.
"Kita akan evakuasi, tetapi untuk sementara kami rapat koordinasi dulu. Nanti baru saya informasikan," kata Avelina.
Saat ini, BPBD Flores Timur tengah melakukan koordinasi internal dan dengan pihak-pihak terkait untuk mempersiapkan proses evakuasi yang efektif dan terkoordinasi. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga yang terdampak erupsi.
Status Gunung Lewotobi Laki-laki
Sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-laki telah mengalami erupsi dahsyat pada Kamis (20/3/2025) pukul 22.56 Wita. Erupsi tersebut terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 47.6 mm dan durasi sekitar 11 menit 9 detik. Tinggi kolom abu mencapai sekitar 8.000 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 9.584 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat. Akibat erupsi ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki kembali dinaikkan menjadi Awas.
Berikut adalah poin-poin penting terkait situasi terkini:
- Erupsi Dahsyat: Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi pada Kamis (23/2/2025) malam.
- Pengungsian Warga: Warga Desa Hokeng Jaya dan sekitarnya mengungsi ke Desa Boru dan wilayah perbatasan Sikka.
- Hujan Abu dan Lumpur: Beberapa desa terdampak hujan abu, kerikil, dan lumpur.
- Respon Pemerintah: BPBD Flores Timur berencana mengevakuasi warga terdampak.
- Status Awas: Status Gunung Lewotobi Laki-laki kembali Awas.
Pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan bantuan dan penanganan yang diperlukan kepada warga yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.