Misteri Bau Busuk di Kontrakan Bantul Terkuak: Pembunuhan Berencana dan Upaya Menyembunyikan Jasad Kekasih
Bau Busuk Menggantung di Udara: Kisah Tragis di Balik Dinding Kontrakan Bantul
Sebuah aroma tidak sedap yang menyengat, kini menjadi saksi bisu sebuah tragedi mengerikan di sebuah rumah kontrakan sederhana di Kampung Dawang, Padukuhan Manding, Kalurahan Sabdodadi, Bantul. Kamar yang dulunya menjadi tempat tinggal, kini hanya menyisakan bau anyir yang menusuk hidung, menyimpan rapat rahasia pembunuhan seorang wanita muda oleh kekasihnya sendiri.
Sugiyono, pengontrak baru rumah tersebut, mengungkapkan bahwa aroma tidak sedap masih sangat terasa meski kamar tersebut sudah lama tidak digunakan. "Baunya sampai saat ini masih terasa, saya enggak kuat masuk," ujarnya dengan nada bergidik. Sugiyono, yang menempati rumah kontrakan sejak awal Februari 2024 bersama keluarganya, tidak menyangka bahwa rumah yang ia huni menyimpan kisah kelam.
Rumah kontrakan tersebut terdiri dari empat kamar berderet, satu kamar mandi, dan sebuah dapur. Menurut informasi yang ia peroleh, kamar di pojok timur merupakan lokasi pembunuhan, sementara kamar di samping baratnya digunakan untuk menyembunyikan jenazah korban. Selama tinggal di sana, Sugiyono tidak mengalami kejadian aneh, selain bau busuk yang terus menerus keluar dari kamar tersebut. Bahkan, sebelumnya kamar itu sempat ditempati oleh asisten rumah tangganya.
Penyelidikan Intensif dan Terungkapnya Identitas Pelaku
Kasus ini mulai menemui titik terang setelah polisi menerima laporan mengenai seorang wanita yang lama tidak terlihat. Kecurigaan muncul karena sepeda motor korban justru digunakan oleh kekasihnya. AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, Kasi Humas Polres Bantul, menjelaskan bahwa laporan tersebut menjadi awal mula penyelidikan intensif yang mengarah pada penangkapan MR alias M Rafy Ramadhan (24), warga Donotirto, Kretek, Bantul. Rafy diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan Enggal Dika Puspita (23), warga Warak Kidul, Kalurahan Sumberadi, Mlati, Sleman, yang tak lain adalah pacarnya sendiri.
Pada Kamis malam (20/3/2025), polisi kembali mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Dalam proses tersebut, tersangka Rafy dihadirkan untuk memperjelas kronologi kejadian. Sugiyono, yang menyaksikan langsung olah TKP, menggambarkan sosok pelaku sebagai pria bertubuh kecil, terlihat kalem, dan lugu. Saat olah TKP, Rafy mengenakan masker dan kacamata.
Rencana Jahat dan Upaya Menghilangkan Jejak
Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa awalnya rumah kontrakan tersebut disewa oleh keluarga pelaku. Kemudian, Rafy dan Enggal tinggal bersama di sana hingga masa kontrak berakhir pada 19 November 2024. Diduga kuat, Rafy meminta perpanjangan waktu sewa selama seminggu dengan alasan untuk memindahkan jenazah korban ke lokasi lain.
Hasil penyelidikan mengungkap fakta yang lebih mengerikan. Enggal Dika Puspita ternyata telah dibunuh pada September 2024. Jasadnya kemudian disimpan di dalam kamar kontrakan hingga membusuk dan hanya menyisakan tulang belulang. Motif pembunuhan ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Kasus ini menjadi pengingat betapa kejahatan bisa terjadi di tempat yang paling tidak terduga. Bau busuk yang selama ini menjadi misteri bagi penghuni kontrakan, akhirnya mengungkap sebuah kisah tragis tentang cinta, pengkhianatan, dan pembunuhan berencana.