Bandara di Sikka dan Flores Timur Beroperasi Normal Pasca Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Aktivitas Penerbangan di NTT Tetap Berjalan Lancar Usai Erupsi Gunung Lewotobi

Maumere, Flores Timur, NTT - Dua bandara utama yang berlokasi dekat dengan Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Kabupaten Sikka dan Bandara Gewayantana di Kabupaten Flores Timur, dilaporkan tetap beroperasi secara normal pasca-erupsi gunung berapi tersebut pada Kamis (20/3/2025) malam.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, Partahian Panjaitan, memastikan bahwa operasional bandara tidak terganggu oleh aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki. "Bandara beroperasi normal," ujarnya kepada media pada hari Jumat (21/3/2025).

Senada dengan pernyataan tersebut, Kepala Kantor Kelas III Bandara Gewayantana Larantuka, Puguh Lukito, juga mengonfirmasi kelancaran aktivitas penerbangan di bandara yang dipimpinnya. Ia menjelaskan bahwa ruang udara Bandara Gewayantana tetap aman dan tidak terdampak oleh sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

"Kondisi masih aman dan tidak ada dampak dari sebaran erupsi," tegas Puguh. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa arah angin saat ini cenderung bertiup ke arah selatan dan barat daya, sehingga meminimalkan potensi gangguan terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Gewayantana. Meskipun demikian, pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki untuk memastikan keselamatan penerbangan.

Erupsi dahsyat Gunung Lewotobi Laki-laki terjadi pada Kamis (20/3/2025) pukul 22.56 WITA. Letusan tersebut disertai suara ledakan dan gemuruh yang kuat, dengan amplitudo maksimum mencapai 47,6 mm dan durasi sekitar 11 menit 9 detik. Kolom abu vulkanik teramati mencapai ketinggian kurang lebih 8.000 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 9.584 meter di atas permukaan laut. Sebaran abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat.

Berikut poin-poin penting dari perkembangan situasi:

  • Bandara Fransiskus Xaverius Seda (Maumere, Sikka): Beroperasi normal, tidak terdampak erupsi.
  • Bandara Gewayantana (Larantuka, Flores Timur): Beroperasi normal, ruang udara aman dari sebaran abu vulkanik.
  • Arah Angin: Cenderung ke selatan dan barat daya.
  • Pemantauan: Terus dilakukan secara intensif untuk memastikan keselamatan penerbangan.
  • Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki: Terjadi pada 20 Maret 2025 pukul 22.56 WITA, menghasilkan kolom abu setinggi 8.000 meter.

Pihak berwenang terus memantau situasi dan akan memberikan informasi terbaru jika terjadi perubahan kondisi yang dapat mempengaruhi aktivitas penerbangan.