Ikang Fawzi: Mengarungi Ramadan Tanpa Marissa Haque dan Duka Kehilangan Kakak
Ikang Fawzi: Mengarungi Ramadan Tanpa Marissa Haque dan Duka Kehilangan Kakak
Musisi senior Ikang Fawzi menjalani Ramadan tahun ini dengan perasaan yang begitu berbeda. Bulan suci ini menjadi yang pertama baginya tanpa kehadiran sang istri tercinta, Marissa Haque, yang telah berpulang beberapa bulan lalu. Kesedihan Ikang semakin mendalam setelah kepergian kakaknya, Ahmad Syamsunilwan Fawzi, pada 27 Februari 2025. Dua kehilangan beruntun ini menjadi ujian berat yang harus dihadapinya. Dalam wawancara di program Brownis pada Selasa (4/3/2025), Ikang mengungkapkan kesedihannya namun juga tekadnya untuk menerima takdir yang telah digariskan.
"Memang ini ujian terberat yang datang bertubi-tubi," ujar Ikang. "This is life. Kita harus menerima, bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik. Sekarang tugas kita adalah belajar bagaimana menjalani yang terbaik ini, bukan dengan cara pandang duniawi. Cara pandang dunia sangat berbeda," tambahnya. Ikang menekankan pentingnya pendekatan iman dan akhirat dalam menghadapi cobaan hidup. Baginya, tujuan akhir manusia adalah meraih husnul khatimah dan surga. Ia menyadari bahwa keterikatan duniawi, sekuat apapun, pada akhirnya akan sirna. "Inilah yang ditunjukkan Tuhan kepada kita. Kita tidak boleh terlalu menuhankan dunia. Apapun yang telah kita bangun, sedekat apapun hubungannya, orang tersebut bukanlah milik kita," jelasnya dengan nada penuh filosofi.
Kehilangan sang kakak, Ahmad Syamsunilwan Fawzi, memberikan duka mendalam bagi Ikang. Kakak laki-lakinya tersebut merupakan sosok yang sangat dekat dan berpengaruh dalam hidupnya. "Dia adalah kakak terdekat saya, karena kami sesama laki-laki. Sejak kecil saya selalu mengikutinya, belajar banyak hal darinya. Beda usia kami hanya tiga tahun. Kami bahkan pernah berbisnis bersama di bidang properti," kenang Ikang dengan haru.
Kehadiran Marissa Haque dalam kehidupan Ikang selama 38 tahun terasa sangat berarti. Kini, rutinitas Ramadan yang biasanya dijalani bersama sang istri, terasa begitu berbeda. Ikang dan kedua anaknya, Bella dan Chikita Fawzi, kini harus saling menguatkan satu sama lain. "Marissa mengurus semuanya, dia adalah ratu rumah tangga. Jadi semuanya berbeda, mulai dari sahur, menyiapkan menu sahur, hingga makanan kesukaan saya yang biasanya dia masak. Sekarang semuanya kami kerjakan sendiri," ungkap Ikang. Bella menambahkan, "Apalagi saat buka puasa dan salat Tarawih, biasanya kami berempat, sekarang tinggal bertiga. Meskipun hanya bertiga, kami tetap berusaha meluangkan waktu untuk berkumpul sebagai keluarga."
Meskipun merasakan duka yang mendalam, Ikang tetap teguh dalam keyakinannya. Ia menganggap 38 tahun bersama Marissa adalah waktu yang singkat namun penuh arti. "Saya masih ingat saat kami menerima penghargaan keluarga terbaik, tak lama kemudian… ya begitulah kehendak Allah. Kita harus menerima, hadapi, dan terus mendoakannya, meneruskan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukannya, silaturahmi, pekerjaannya, dan empati sosialnya," tutup Ikang dengan mata berkaca-kaca.