Gubernur Apresiasi Keberanian Satpam Hadapi Pemalak THR di Bekasi, Polisi Tangkap Pelaku di Sukabumi

Apresiasi dan Tindakan Tegas: Respon terhadap Aksi Premanisme di Bekasi

Gubernur Jawa Barat memberikan apresiasi atas keberanian seorang petugas keamanan (satpam) di Bekasi yang menghadapi aksi pemalakan tunjangan hari raya (THR) oleh seorang pria yang dikenal sebagai "Jagoan Cikiwul". Dukungan ini muncul setelah video aksi pemalakan tersebut viral di media sosial dan memicu keresahan di kalangan pengusaha dan masyarakat. Selain apresiasi, Gubernur juga meminta pihak kepolisian untuk bertindak tegas dalam menangani kasus ini.

Keberanian Satpam Jadi Contoh

Gubernur Jawa Barat menyampaikan rasa terima kasihnya kepada satpam tersebut atas keberaniannya menghadapi tindakan premanisme. Ia berharap keberanian ini dapat menjadi contoh bagi petugas keamanan lainnya di seluruh Jawa Barat. Dengan keberanian dan kekompakan, ia yakin Jawa Barat akan menjadi wilayah yang aman, tertib, dan warganya bahagia.

"Pada sekuriti yang di Kota Bekasi pada salah satu perusahaan yang kemarin viral saya sampaikan ucapkan terima kasih atas keberaniannya," ujar Gubernur Jawa Barat, melalui akun Instagramnya.

Penangkapan Pelaku Pemalakan

Setelah video aksinya viral, pelaku yang diketahui bernama Suhada, melarikan diri. Namun, pelariannya tidak berlangsung lama. Pihak kepolisian berhasil menangkap Suhada di Sukabumi. Penangkapan ini dilakukan setelah polisi melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku.

"Yang bersangkutan sudah ditangkap di Sukabumi kemarin Magrib," kata Kapolsek Bantargebang.

Saat ini, Suhada telah dibawa ke Polres Metro Bekasi Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian akan mendalami motif pelaku dan menjeratnya dengan pasal yang sesuai dengan perbuatannya.

Ancaman dan Pemerasan THR

Kasus ini bermula ketika Suhada mendatangi sebuah perusahaan plastik di Bantargebang, Bekasi, dan meminta THR. Merasa tidak puas dengan nominal yang diberikan, Suhada kemudian mengancam akan menutup akses jalan perusahaan. Aksi ini terekam dalam video dan kemudian diunggah ke media sosial, hingga akhirnya viral.

Dalam video tersebut, Suhada terlihat marah dan mengintimidasi satpam perusahaan. Ia bahkan mengaku sebagai "jagoan" di wilayah Cikiwul dan mengancam akan mengerahkan massa untuk menutup jalan jika permintaannya tidak dipenuhi.

Berikut transkrip percakapan yang terekam dalam video:

Suhada: "Gue enggak mau itu duit lu, gue mau pimpinan lu, sini!" Satpam: "Jangan gitu Pak, hargai saya, saya kerja di sini, Pak." Suhada: "Kalau lu kerja di sini, sampaikan, ini amanah lho!" Satpam: "Sudah saya sampaikan, amanah, Pak." Suhada: "Lu makan, b***k di sini, lu enggak menghargain gue, lu. Kalau lu pengen tahu, gue jagoan yang megang Cikiwul. Massa gue banyak di sini. Kalau gue tutup jalan depan, bisa bergerak?"

Tidak Ada Tempat untuk Premanisme

Gubernur Jawa Barat menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi aksi premanisme di wilayahnya. Ia berkomitmen untuk memberantas segala bentuk tindakan intimidasi dan pemerasan yang meresahkan masyarakat. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut melaporkan jika menjadi korban atau menyaksikan aksi premanisme.

"Orang-orang yang hidupnya hanya menggantungkan diri dari tindakan-tindakan intimidatif, dari sikap yang sifatnya premanisme pada akhirnya tidak akan mendapat tempat di wilayah Provinsi Jawa Barat," tegas Gubernur.

Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa aksi premanisme tidak akan ditoleransi. Pemerintah dan aparat penegak hukum akan terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat.