Jakarta Genjot Pengelolaan Sampah Mandiri: TPS3R dan Bank Sampah Jadi Andalan Kurangi Beban Bantar Gebang
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta terus berupaya mengatasi permasalahan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan memperbanyak Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan mengoptimalkan peran bank sampah di seluruh wilayah Jakarta.
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa pembangunan tujuh TPS3R dan pengaktifan kembali 1.722 bank sampah memiliki peran krusial dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi. Selain mengurangi beban TPST Bantargebang, upaya ini juga selaras dengan visi Jakarta sebagai kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.
"Upaya ini bukan hanya soal mengurangi tumpukan sampah, tetapi juga tentang mengubah paradigma masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Kami ingin masyarakat terlibat aktif dalam memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah sebagai sumber daya," ujar Rano Karno saat meresmikan TPS3R Semper di Jakarta Utara, Jumat (20/3/2025).
Target dan Strategi Pemprov Jakarta
Pada tahun 2025, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan tujuh TPS3R yang tersebar di berbagai wilayah. TPS reguler yang sudah ada akan ditingkatkan fungsinya menjadi TPS3R, yang memiliki kemampuan untuk mengolah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis atau mendaur ulangnya. Sampah residu yang tidak dapat diolah akan tetap dikirim ke TPST Bantar Gebang, namun volumenya diharapkan berkurang secara signifikan.
Selain pembangunan TPS3R, Pemprov Jakarta juga fokus pada pengaktifan kembali dan penambahan jumlah bank sampah. Saat ini, banyak bank sampah yang tidak aktif, sehingga perlu direvitalisasi agar dapat berfungsi secara optimal. Rano Karno menyampaikan bahwa Pemprov Jakarta menargetkan pembentukan 870 bank sampah baru dan mereaktivasi 852 bank sampah yang vakum.
"Bank sampah adalah garda terdepan dalam pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Melalui bank sampah, masyarakat dapat belajar memilah sampah, menabung sampah yang bernilai ekonomis, dan mendapatkan penghasilan tambahan," jelas Rano.
Edukasi dan Perubahan Perilaku Masyarakat
Salah satu kunci keberhasilan pengelolaan sampah adalah perubahan perilaku masyarakat. Pemprov Jakarta menyadari pentingnya menanamkan budaya peduli sampah sejak dini. Berdasarkan data Pemprov Jakarta, volume sampah harian yang dihasilkan masyarakat Jakarta pada tahun 2024 mencapai 8.527 ton. Angka ini sangat besar dan membutuhkan penanganan yang serius.
Oleh karena itu, Pemprov Jakarta berupaya menjadikan TPS3R dan bank sampah sebagai pusat edukasi bagi masyarakat. Di tempat-tempat ini, masyarakat dapat belajar tentang cara memilah sampah, mengolah sampah menjadi kompos, membuat kerajinan dari sampah daur ulang, dan lain sebagainya. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat memiliki kebiasaan mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Peresmian Empat TPS3R Sekaligus
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan pengelolaan sampah, Rano Karno meresmikan empat TPS3R sekaligus pada hari Jumat (21/3/2025). Keempat TPS3R tersebut berlokasi di Semper, Sunter, Bambu Larangan, dan Rawa Terate. Peresmian ini menandai langkah maju Pemprov Jakarta dalam mewujudkan Jakarta yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
"Dengan mengucapkan bismillahiromanirohim, TPS3R Semper, TPS3R Sunter, TPS3R Bambu Larangan, dan TPS3R Rawa Terate, saya resmikan," ucap Rano Karno saat meninjau TPS3R Semper, Jakarta Utara.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi masalah sampah di Jakarta, sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat.