Hotman Paris Jalani Pemulihan Intensif Pasca-Liver, Antibiotik Jadi Senjata Utama
Hotman Paris Kembali Beraktivitas dengan Pendampingan Medis Ketat
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea telah kembali beraktivitas setelah berhasil mengatasi masalah kesehatan liver yang sempat mengkhawatirkannya. Meskipun demikian, pemulihan total masih membutuhkan perhatian khusus, termasuk asupan antibiotik secara rutin.
Hotman Paris mengungkapkan bahwa dirinya masih harus menerima suntikan antibiotik setiap hari. Sebuah selang dengan kabel terpasang di lengan kanannya untuk memfasilitasi penyuntikan obat langsung ke aliran darah.
"Jadi sampai sekarang saya masih disuntik antibiotik. Setiap hari istri saya menyuntik. Di lengan saya ini ada selang, kabel dua yang nanti disuntikkan langsung ke darah," ungkap Hotman Paris saat ditemui di kawasan Ancol, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.
Antibiotik Sebagai Benteng Pertahanan Liver
Antibiotik yang diberikan bertujuan untuk memberantas bakteri yang menginfeksi livernya. Hotman Paris dijadwalkan menerima pengobatan ini hingga bulan April mendatang. Ia berharap, pemeriksaan USG terakhir menunjukkan penurunan signifikan jumlah bakteri di livernya.
"Diharapkan nanti bakteri itu pas saya cek terakhir di USG sudah berkurang 70 persen, tinggal 30 persen. Dokter Singapura sudah ngasih gue antibiotik sampai 8 April," jelasnya.
Meski masih menjalani perawatan dengan kabel di lengan dan konsumsi antibiotik, Hotman Paris menegaskan bahwa kondisinya tidak menghalangi aktivitasnya sehari-hari. Ia juga tidak memiliki pantangan makanan khusus setelah sembuh dari sakit liver.
"Nggak, nggak ada masalah. Gue pacaran, dansa lagi bisa. Nggak ada masalah (makanan)," tegasnya.
Kilas Balik: Detik-Detik Kritis Hotman Paris
Hotman Paris kemudian menceritakan kembali kronologi saat dirinya mengalami sakit liver. Ia mengaku merasa lemas saat sedang beristirahat di tengah persidangan. Sebelum dibawa ke Singapura, Hotman sempat dirawat di sebuah rumah sakit dekat kediamannya. Kondisinya saat itu sangat memprihatinkan.
"Jadi pas sidang tanggal 20 tiba-tiba pas istirahat saya kolaps, itu memang benar. Tanggal 21 malam tekanan darah saya sudah 95 ke 45, itu katanya harusnya sudah mati, karena nggak ada tekanan darah sampai di bawah 45, rata-rata 80," kenangnya.
Atas pertimbangan dan saran dokter, Hotman Paris kemudian memutuskan untuk berobat ke Singapura menggunakan jet pribadi. Di sana, dokter mendiagnosis adanya masalah pada livernya.
Diagnosa dan Penanganan di Singapura
"Dalam tempo dua jam dokter di Singapura langsung tahu bilang liver gue bermasalah. Katanya ada bakteri masuk ke liver gue. Bakteri ini berantem sama sel darah putih. Bakteri ini mati, menumpuk di liver, terus berubah jadi nanah, masuk ke darah, di situlah infeksi di darah. Singapura mengungkapkan penyebabnya liver, tapi dari mana datangnya bakteri itu tidak tahu," paparnya.
Hotman Paris terus menjalani serangkaian perawatan intensif untuk memulihkan fungsi livernya dan memastikan tidak ada komplikasi lebih lanjut. Pemantauan kesehatan secara berkala juga dilakukan untuk mencegah infeksi bakteri kembali menyerang.
Kisah Hotman Paris ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga kesehatan dan segera mencari pertolongan medis jika merasakan gejala yang tidak biasa.