Kemenkes Ingatkan Pemudik Prioritaskan Istirahat Cukup untuk Hindari 'Microsleep' dan Jaga Kesehatan

Kemenkes Imbau Pemudik Waspadai 'Microsleep' dan Utamakan Istirahat

Menjelang musim mudik Lebaran, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan imbauan penting kepada para pemudik, khususnya pengemudi, untuk memprioritaskan istirahat yang cukup dan menjaga kesehatan selama perjalanan. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya menghindari kondisi 'microsleep' yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

"Tidur yang cukup sangat krusial. Tekanan darah juga harus dijaga agar tetap stabil. Kasus 'microsleep' seringkali disebabkan oleh kurang tidur, dan ini dapat dideteksi melalui pemeriksaan tekanan darah," ujar Menkes Budi kepada awak media di Jakarta, Jumat (21/2/2025).

'Microsleep' adalah kondisi hilangnya kesadaran sementara yang berlangsung selama beberapa detik. Kondisi ini sangat berbahaya saat mengemudi karena pengemudi tidak menyadari apa yang terjadi di sekitarnya dan berpotensi kehilangan kendali atas kendaraan.

Kemenkes bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala terhadap pengemudi bus dan kendaraan pribadi di titik-titik keberangkatan mudik. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengemudi dalam kondisi fit dan layak untuk melakukan perjalanan jauh. Fokus utama pemeriksaan adalah tekanan darah dan kondisi fisik secara umum.

Menkes Budi menyarankan agar para pemudik tidur minimal 6-8 jam setiap hari untuk menjaga kondisi fisik dan mental yang prima. Ia juga menyoroti pentingnya regulasi terkait jam kerja pengemudi, terutama untuk pengemudi transportasi umum. Regulasi ini bertujuan untuk mencegah kelelahan dan meminimalkan risiko kecelakaan.

"Di negara lain, terdapat aturan yang jelas mengenai batasan jam kerja pengemudi dan waktu istirahat yang wajib diambil. Saya akan berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan untuk membahas penerapan regulasi serupa di Indonesia, karena seringkali pengemudi di Indonesia langsung melanjutkan perjalanan tanpa istirahat yang cukup," tambahnya.

Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan pemudik:

  • Istirahat Cukup: Usahakan tidur minimal 6-8 jam setiap hari.
  • Jaga Kesehatan: Konsumsi makanan bergizi dan hindari makanan yang terlalu berat sebelum mengemudi.
  • Cek Tekanan Darah: Pastikan tekanan darah dalam kondisi normal sebelum dan selama perjalanan.
  • Hindari Microsleep: Jika merasa mengantuk, segera berhenti dan istirahat.
  • Perencanaan Perjalanan: Rencanakan rute perjalanan dengan baik dan hindari berkendara saat kondisi tubuh tidak fit.

Dengan persiapan yang matang dan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan keselamatan, diharapkan perjalanan mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar dan aman bagi semua pemudik.