Antisipasi Lonjakan Pemudik, Pelabuhan Bajoe Siapkan Strategi Hadapi Lebaran 2025

Pelabuhan Bajoe di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, bersiap menghadapi lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran 2025. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe memperkirakan peningkatan signifikan dalam jumlah pemudik yang akan menggunakan jasa penyeberangan di pelabuhan ini.

Proyeksi Kenaikan Penumpang

Menurut prediksi ASDP Bajoe, total penumpang yang akan melalui Pelabuhan Bajoe dan Kolaka diperkirakan mencapai 33.931 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 4% dibandingkan dengan realisasi pada periode mudik Lebaran tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 32.626 penumpang. Kenaikan ini menjadi perhatian utama bagi pengelola pelabuhan dalam mempersiapkan segala aspek operasional dan pelayanan.

General Manager ASDP Bajoe, Mario Sardadi, mengungkapkan bahwa proyeksi ini didasarkan pada analisis tren pergerakan penumpang tahun-tahun sebelumnya dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik. Dari total proyeksi tersebut, Pelabuhan Kolaka diperkirakan akan melayani sekitar 18.660 penumpang, sementara Pelabuhan Bajoe sendiri sekitar 15.271 penumpang. Pada tahun sebelumnya, Pelabuhan Kolaka mencatat 17.943 penumpang dan Pelabuhan Bajoe 14.683 penumpang.

Dominasi Pejalan Kaki dan Peningkatan Kendaraan

Mario Sardadi juga menyoroti bahwa mayoritas penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan adalah pejalan kaki. Selain itu, ASDP Bajoe juga memproyeksikan peningkatan jumlah kendaraan yang akan diangkut, antara lain:

  • Roda Dua: 4.964 unit
  • Roda Empat Pribadi: 2.081 unit
  • Truk: 602 unit
  • Bus: 289 unit

Peningkatan jumlah kendaraan ini juga diperkirakan mencapai 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk mengakomodasi peningkatan tersebut, ASDP Bajoe memperkirakan akan ada total 131 perjalanan (trip) selama periode Lebaran.

Antisipasi Arus Mudik dan Balik

ASDP Bajoe memprediksi bahwa arus mudik akan mulai terasa sejak tanggal 23 Maret 2025 atau H-7 sebelum Hari Raya Idul Fitri. Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 28 hingga 29 Maret 2025. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode tersebut, ASDP Bajoe telah menyiapkan berbagai langkah strategis.

Armada dan Penambahan Trip

Korsatpel Pelabuhan Bajoe Bone, Ashri Hambali, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan 8 unit kapal yang siap beroperasi untuk melayani pemudik. Selain itu, Ashri Hambali juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menyiapkan trip tambahan jika terjadi puncak arus mudik dan arus balik lebaran.

Persiapan dan Koordinasi

ASDP Bajoe terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi terkait lainnya, untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama periode mudik Lebaran 2025. Persiapan meliputi peningkatan fasilitas pelabuhan, penambahan personel, pengaturan lalu lintas, serta penyediaan informasi yang akurat dan terkini kepada para pemudik.

Dengan berbagai persiapan yang matang, Pelabuhan Bajoe optimis dapat melayani para pemudik dengan baik dan memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar.