Kebijakan WFA Redam Kepadatan Arus Mudik 2025, Korlantas Siapkan Operasi Ketupat
markdown Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa implementasi kebijakan Work From Anywhere (WFA) telah memberikan dampak signifikan dalam mengurai kepadatan arus mudik Lebaran 2025 sejak dini. Pernyataan ini disampaikan saat acara pelepasan tim liputan mudik salah satu stasiun televisi swasta, yang dihadiri pula oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infras) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan A. Purwantono.
Irjen Agus mengapresiasi peran aktif media nasional dalam bersinergi dengan Polri untuk menyajikan informasi terkini terkait arus mudik. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai stakeholder, termasuk media, dalam mendukung kelancaran Operasi Ketupat yang berlangsung mulai 23 Maret hingga 8 April.
"Mabes Polri, Bapak Kapolri, dan Korlantas menyampaikan apresiasi luar biasa atas kolaborasi yang terjalin, termasuk dengan media yang turut serta dalam Operasi Ketupat yang dimulai hari ini," ujar Kakorlantas di Jakarta, Minggu (23/3/2025).
Lebih lanjut, Kakorlantas menjelaskan bahwa kebijakan WFA berkontribusi positif terhadap pemerataan arus lalu lintas. Hal ini tercermin dari peningkatan volume kendaraan sebesar 37 persen pada H-10 Lebaran dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kami laporkan, dampak positif WFA terasa pada H-10 kemarin. Terjadi peningkatan signifikan, sekitar 37 persen, dari 115 ribu kendaraan pada H-10 tahun lalu menjadi sekitar 147 ribu kendaraan kemarin," ungkapnya.
Kakorlantas berharap puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 28 Maret dapat dikelola dengan baik melalui penerapan rekayasa lalu lintas yang tepat, berdasarkan analisis data arus kendaraan yang akurat. Beberapa opsi rekayasa lalu lintas yang disiapkan antara lain:
- Contraflow: Memfungsikan sebagian jalur berlawanan arah untuk menambah kapasitas jalan.
- One Way: Memberlakukan satu arah pada ruas jalan tertentu untuk memperlancar arus kendaraan.
Menghadapi lonjakan volume kendaraan yang diperkirakan terjadi, Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai skenario Operasi Ketupat 2025. Skenario ini meliputi:
- Pengaturan lalu lintas di jalan tol dan arteri.
- Pengawasan di titik-titik penyeberangan.
- Pengamanan di area wisata.
Tujuannya adalah untuk memastikan kelancaran perjalanan para pemudik menuju kampung halaman.
"Korlantas Polri dan Mabes Polri siap melaksanakan Operasi Ketupat. Kami telah menyiapkan skenario lengkap, baik di jalan tol, arteri, maupun titik-titik strategis lainnya. Langkah awal adalah penjagaan dan pengawasan yang ditingkatkan di pos-pos pengamanan serta penempatan personel di lapangan," pungkasnya.