Insiden Usai Pelantikan: Bupati Jeneponto Terlibat Ketegangan dengan Warga Akibat Arak-Arakan Bising

Bupati Jeneponto Terlibat Insiden Usai Pelantikan

Jeneponto, Sulawesi Selatan – Suasana pasca pelantikan Bupati Jeneponto, Paris Yasir, pada Jumat (21/3/2025) diwarnai insiden yang melibatkan dirinya dengan seorang warga. Peristiwa ini terjadi di Dusun Bonto Gaddong, Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, sekitar pukul 14.00 Wita. Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan momen ketika Bupati Paris Yasir keluar dari mobil dinasnya, sebuah Toyota Harrier berplat merah DD 1 G, dan terlibat adu argumen dengan seorang warga di tengah kerumunan.

Kejadian bermula saat rombongan arak-arakan yang menjemput Bupati dari perbatasan Jeneponto-Takalar melintas di lokasi kejadian. Menurut Kapolsek Bangkala, AKP Saifullah Syam, seorang warga merasa terganggu dengan kebisingan yang ditimbulkan oleh iring-iringan kendaraan. Gangguan ini memicu reaksi spontan dari warga tersebut, yang kemudian melakukan pelemparan dan mengenai salah satu kendaraan dalam rombongan. Akibatnya, iring-iringan berhenti dan memicu ketegangan.

Dalam video yang beredar, terlihat Bupati Paris Yasir turun dari mobilnya dan terlibat adu argumen dengan seseorang di kerumunan. Beberapa saksi mata mengatakan bahwa Bupati berusaha meredam emosi para pendukungnya agar tidak terprovokasi oleh tindakan warga tersebut. AKP Saifullah Syam juga mengamini hal tersebut, dengan mengatakan bahwa tindakan Bupati turun dari mobil bertujuan untuk mengendalikan situasi dan mencegah terjadinya kericuhan yang lebih besar.

Berikut poin-poin penting terkait insiden tersebut:

  • Pemicu: Kebisingan arak-arakan yang mengganggu warga.
  • Reaksi: Warga melakukan pelemparan ke arah rombongan.
  • Respons Bupati: Turun dari mobil untuk meredam situasi.
  • Tindakan Polisi: Pengamanan lalu lintas telah dilakukan, namun insiden terjadi di luar titik yang diplot karena bukan daerah rawan macet.
  • Mobil Dinas: Toyota Harrier berplat merah DD 1 G

AKP Saifullah Syam menambahkan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pengamanan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Namun, karena panjangnya rangkaian kendaraan arak-arakan, personel yang berada di bagian belakang tidak dapat memantau insiden tersebut secara langsung. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Bupati di lokasi adalah untuk menenangkan massa simpatisan dan mencegah eskalasi konflik.

Kejadian ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan berbagai macam reaksi. Beberapa pihak menyayangkan insiden tersebut, sementara yang lain mengapresiasi tindakan cepat Bupati dalam meredam situasi. Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih menjaga ketertiban dan menghormati kepentingan bersama di ruang publik.