Bank Indonesia Tegaskan Informasi Pameran dan Penjualan Emas Ilegal: Masyarakat Diminta Waspada Penipuan

Bank Indonesia Membantah Informasi Hoaks Pameran dan Penjualan Emas

Bank Indonesia (BI) secara resmi membantah informasi yang beredar luas mengenai penyelenggaraan pameran emas dan penawaran cicilan Logam Mulia (LM) yang diklaim sebagai hasil kerjasama dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM). Bantahan ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @bank_indonesia sebagai respon terhadap maraknya penyebaran informasi palsu yang berpotensi merugikan masyarakat.

"Informasi yang menyebutkan Bank Indonesia menyelenggarakan pameran emas dan menawarkan cicilan Logam Mulia adalah tidak benar dan merupakan indikasi penipuan," tegas BI dalam unggahannya. Bank sentral menekankan bahwa mereka tidak pernah terlibat dalam kegiatan komersial semacam itu, termasuk penjualan emas secara langsung.

Dalam video yang diunggah bersamaan, BI menjelaskan bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan pengumuman resmi mengenai prosedur penjualan dan pengambilan emas logam mulia (fine gold) seperti yang beredar melalui pesan berantai. Masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai informasi yang tidak bersumber dari kanal komunikasi resmi Bank Indonesia.

Klarifikasi Lebih Lanjut

Untuk memperjelas posisi mereka, BI menyatakan beberapa poin penting:

  • Tidak Ada Pameran Emas: Bank Indonesia tidak memiliki program pameran emas dalam bentuk apapun.
  • Tidak Ada Program Cicilan atau Pelunasan LM: BI tidak menawarkan program cicilan atau pelunasan logam mulia kepada masyarakat.
  • Tidak Ada Kerjasama dengan ANTAM: BI tidak menjalin kerjasama dengan ANTAM atau pihak manapun dalam transaksi jual beli emas.
  • Tidak Meminta Data Pribadi: BI tidak pernah meminta data pribadi seperti KTP, KK, atau NPWP untuk transaksi emas.

Himbauan kepada Masyarakat

Mengingat potensi kerugian yang dapat ditimbulkan oleh informasi palsu ini, Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk:

  • Waspada dan Kritis: Selalu berhati-hati terhadap informasi yang diterima dan jangan mudah percaya pada tawaran yang mencurigakan.
  • Verifikasi Informasi: Selalu periksa kebenaran informasi melalui sumber resmi Bank Indonesia, seperti website resmi (www.bi.go.id) atau akun media sosial terverifikasi.
  • Laporkan Penipuan: Jika menemukan informasi yang menjurus pada penipuan, segera laporkan kepada pihak berwajib atau Bank Indonesia.

Bank Indonesia menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi berbagai modus penipuan yang semakin canggih. Dengan selalu mencari informasi dari sumber yang terpercaya, masyarakat dapat terhindar dari kerugian finansial dan tindakan kriminal lainnya. BI berkomitmen untuk terus memberikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat demi menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi kepentingan publik.