Bonus Hari Raya Gojek: Driver Keluhkan Ketidakjelasan Skema dan Nominal BHR

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Gojek, salah satu perusahaan ride-hailing terkemuka di Indonesia, memberikan Bonus Hari Raya (BHR) kepada para mitra pengemudi ojek online (ojol). Namun, pemberian bonus ini menuai beragam respons dari para pengemudi, salah satunya Ihsan Nur Kholis, seorang driver Gojek asal Karanganyar.

Kekecewaan Nominal BHR

Ihsan mengaku hanya menerima BHR sebesar Rp450.000. Ia menjelaskan bahwa nominal tersebut ditentukan berdasarkan sejumlah kriteria dan indikator performa yang ditetapkan oleh Gojek. Sistem kategori mitra yang diterapkan Gojek meliputi:

  • Mitra Juara Utama
  • Mitra Juara
  • Mitra Unggulan
  • Mitra Andalan
  • Mitra Harapan

Penilaian terhadap mitra didasarkan pada lima indikator utama:

  • Jumlah hari aktif minimal per bulan
  • Jumlah jam online minimal per bulan
  • Tingkat penerimaan order minimal
  • Tingkat penyelesaian order minimal
  • Periode pencapaian

"Untuk mendapatkan BHR, minimal para driver harus memenuhi 24 hari kerja, 200 jam online serta 90 persen tingkat penerimaan dan penyelesaian itu satu bulan dalam satu periode," ungkap Ihsan.

Ihsan menuturkan bahwa nominal BHR yang diterima setiap pengemudi bervariasi, tergantung pada performa dan kategori mitra. Meski demikian, ia menyebutkan bahwa mayoritas pengemudi menerima Rp450.000 atau Rp900.000.

"Kalau di daerah pinggir banyak yang dapat Rp 900.000, kalau di kota besar agak susah mendapatkan segitu karena performa. Pasalnya, potensi cancel order di kota besar sangat tinggi," jelasnya.

Harapan akan Regulasi yang Lebih Adil

Meski merasa terbantu dengan adanya BHR ini, Ihsan berharap agar ke depannya ada regulasi yang lebih jelas terkait penerapan dan nominal BHR. Ia menginginkan adanya keadilan dan pemerataan bagi semua mitra dari berbagai daerah.

"Ada yang bilang saya kerja rajin cuma dapat Rp 300.000, dia kerja di pinggir dapat Rp 900.000," ujarnya.

"Saya harapannya ke depan ada regulasi yang jelas yang mengatur penerapan BHR agar bisa dirasakan adil oleh semua mitra. Agar semua aplikator menerapkan rumusan yang sama," imbuhnya.

Selama delapan tahun menjadi mitra Go-Jek, Ihsan baru kali ini merasakan adanya tambahan penghasilan jelang Lebaran. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya bonus tersebut. "Sangat membantu. Sudah tak kasih istriku semua itu," katanya.

Tanggapan Gojek

Sampai berita ini diturunkan, pihak Gojek belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan para pengemudi mengenai skema dan nominal BHR. Diharapkan, Gojek dapat segera memberikan klarifikasi dan solusi agar pemberian BHR dapat dirasakan lebih adil dan merata oleh seluruh mitra pengemudi.