Polri Bongkar Sindikat Fake BTS: WN China Dalang Penipuan Ratusan Juta Rupiah
Sindikat Fake BTS Dibongkar Bareskrim Polri, Seorang WN China Jadi Tersangka
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan kejahatan siber yang menggunakan metode fake base transceiver station (BTS) untuk melancarkan aksi penipuan melalui Short Message Service (SMS). Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan seorang nasabah bank swasta yang menjadi korban phishing melalui SMS.
"Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan seorang nasabah bank swasta yang menerima SMS phishing," ujar Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 24 Maret 2025. Modus operandi sindikat ini adalah dengan menyebarkan SMS berisi tautan palsu yang mengarahkan korban untuk memberikan informasi pribadi, seperti username, password, dan nomor kartu kredit.
SMS penipuan ini berhasil menjangkau 259 nasabah bank. Sayangnya, delapan orang di antaranya berhasil diperdaya dan melakukan transaksi melalui tautan yang disediakan oleh pelaku. Akibatnya, para korban mengalami kerugian total mencapai Rp 289 juta.
"SMS tersebut diterima oleh 259 orang nasabah, dan delapan di antaranya melakukan transaksi melalui link yang disiapkan oleh para pelaku ini. Dari delapan orang ini mengalami kerugian sekitar Rp 289 juta," jelas Komjen Wahyu Widada.
Tim gabungan dari Bareskrim Polri dan Direktorat Pengendalian Infrastruktur Komdigi bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pemantauan, petugas berhasil mengidentifikasi dan menangkap seorang warga negara (WN) China berinisial XY pada 18 Maret 2025. Tersangka XY ditangkap saat mengendarai mobil Toyota Veloz.
Modus Operandi dan Dampak Kejahatan Fake BTS
Modus operandi fake BTS ini tergolong canggih dan berbahaya. Pelaku menggunakan perangkat BTS palsu untuk memancarkan sinyal yang menyerupai BTS asli dari operator seluler. Dengan demikian, handphone korban akan terhubung ke BTS palsu tersebut, sehingga pelaku dapat mencegat dan memanipulasi SMS yang dikirimkan oleh bank.
Kejahatan fake BTS ini memiliki dampak yang sangat merugikan bagi masyarakat. Selain kerugian finansial, korban juga berpotensi mengalami pencurian data pribadi yang dapat disalahgunakan untuk berbagai tindak kejahatan lainnya. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap SMS yang mencurigakan.
Berikut adalah beberapa tips untuk menghindari menjadi korban penipuan melalui SMS:
- Jangan mudah percaya dengan SMS yang meminta informasi pribadi atau keuangan.
- Selalu periksa kebenaran informasi yang Anda terima melalui SMS dengan menghubungi pihak bank atau instansi terkait.
- Jangan klik tautan yang mencurigakan dalam SMS.
- Instal aplikasi anti-virus dan anti-malware pada handphone Anda.
- Laporkan SMS penipuan kepada pihak berwajib.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, kita dapat meminimalisir risiko menjadi korban kejahatan fake BTS.
Kata kunci:
- Fake BTS
- Penipuan SMS
- Phishing
- Bareskrim Polri
- Warga Negara China
- Kerugian Nasabah
- Kejahatan Siber