Aksi Nekat Turis Jerman di Chichen Itza Berujung Amuk Massa

Turis Jerman Jadi Bulan-Bulanan Warga Usai Panjat Kuil Kukulcan di Chichen Itza

Insiden memalukan terjadi di situs warisan dunia UNESCO, Kuil Kukulcan di Chichen Itza, Yucatan, Meksiko. Seorang turis asal Jerman, yang identitasnya belum diungkapkan, nekat memanjat struktur kuno tersebut, memicu kemarahan warga lokal dan wisatawan lainnya yang tengah menikmati keindahan situs bersejarah itu.

Menurut laporan dari berbagai sumber, termasuk Fox News, kejadian bermula ketika turis tersebut secara tiba-tiba memanjat kuil yang sakral bagi peradaban Maya. Aksi ini sontak mengundang reaksi keras dari para pengunjung lain. Teriakan peringatan menggema, mencoba menghentikan tindakan ceroboh turis tersebut.

"Anda tidak boleh naik ke sana!" teriak beberapa pengunjung, seperti yang terdengar dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial. Upaya peringatan verbal ini tidak diindahkan oleh turis tersebut, sehingga memicu eskalasi situasi.

Petugas keamanan yang berjaga di sekitar area kuil segera bertindak cepat. Mereka mengejar turis tersebut dan berhasil mengamankannya. Setelah diamankan, turis itu diserahkan kepada pasukan Garda Nasional untuk diproses lebih lanjut.

Namun, amarah warga lokal sudah terlanjur memuncak. Di luar area kuil, kerumunan warga yang geram telah menunggu. Ketika turis tersebut dibawa keluar, mereka melampiaskan kekesalan dengan melakukan tindakan kekerasan. Video yang beredar menunjukkan bagaimana turis tersebut menjadi bulan-bulanan warga yang marah.

Larangan dan Konsekuensi Hukum

Perlu diketahui bahwa memanjat struktur piramida di Chichen Itza adalah tindakan ilegal. Mexico News Daily melaporkan bahwa saat kejadian, diperkirakan ada sekitar 8.000 hingga 9.000 pengunjung yang berada di lokasi, bertepatan dengan musim El Castillo yang menandai ekuinoks musim semi.

Otoritas setempat telah memberlakukan larangan pendakian piramida karena insiden serupa di masa lalu telah menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan bersejarah tersebut. Undang-Undang Federal Meksiko tentang Monumen dan Zona Arkeologi dengan tegas menyatakan bahwa siapa pun yang tertangkap memanjat piramida akan dikenakan denda yang cukup besar, mulai dari 55.760 hingga 278.800 MXN (sekitar Rp 227 jutaan). Bahkan, dalam kasus kerusakan yang lebih parah, pelaku dapat menghadapi hukuman penjara.

"Keputusan untuk melarang pendakian memastikan bahwa piramida tetap utuh untuk dikagumi dan dipelajari oleh generasi mendatang," demikian pernyataan yang tertulis di situs web resmi Chichen Itza.

Alasan di Balik Larangan Pendakian

Selain untuk melindungi struktur piramida, larangan pendakian juga bertujuan untuk keselamatan pengunjung. Tangga piramida yang curam sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kecelakaan serius. Sebelum larangan diberlakukan, banyak laporan mengenai pengunjung yang kehilangan pijakan dan mengalami cedera saat mencoba memanjat piramida.

Menurut situs web Chichen Itza, kuil Kukulcan dibangun oleh suku Maya kuno sebagai alat untuk mengukur waktu dalam setahun, dan untuk menandai saat siang dan malam sama panjang, sekitar tahun 1500 SM. Kuil ini merupakan situs Warisan Dunia UNESCO dan dianggap sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Baru. Insiden ini menjadi pengingat penting tentang perlunya menghormati warisan budaya dan mematuhi peraturan yang berlaku di situs-situs bersejarah.

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi para wisatawan untuk selalu menghormati warisan budaya dan mematuhi peraturan yang berlaku di tempat-tempat bersejarah. Aksi vandalisme dan pelanggaran aturan tidak hanya merusak situs bersejarah, tetapi juga dapat berujung pada konsekuensi hukum dan sosial yang serius.