Misteri Hilangnya Drone MQ-9 Reaper AS di Laut Merah: Klaim Houthi dan Respon Pentagon
Misteri Hilangnya Drone MQ-9 Reaper AS di Laut Merah: Klaim Houthi dan Respon Pentagon
Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) tengah menyelidiki hilangnya kontak dengan sebuah pesawat tak berawak (drone) MQ-9 Reaper di atas perairan Laut Merah, dekat Yaman. Kejadian ini terjadi pada pekan lalu, dan memicu spekulasi setelah kelompok pemberontak Houthi mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut. Pihak Pentagon hingga kini masih enggan memberikan keterangan resmi yang detail mengenai insiden ini, hanya menyatakan sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk menentukan penyebab pasti hilangnya kontak dengan drone tersebut.
Seorang pejabat pertahanan AS yang meminta namanya dirahasiakan, menyatakan bahwa drone MQ-9 Reaper yang hilang tengah menjalankan misi dukungan untuk Operasi Poseidon Archer, operasi militer AS yang bertujuan untuk membatasi aktivitas kelompok Houthi. Pernyataan ini disampaikan bertepatan dengan penetapan kembali kelompok Houthi sebagai organisasi teroris asing (Foreign Terrorist Organization/FTO) oleh pemerintah AS, sebuah langkah yang sejalan dengan kebijakan yang ditetapkan pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump. Pentagon menekankan komitmennya untuk melindungi aset-aset militer AS di kawasan tersebut, namun belum memberikan konfirmasi resmi mengenai klaim Houthi.
Klaim Houthi sendiri, yang disampaikan melalui sebuah pernyataan resmi, menyebutkan bahwa mereka telah berhasil menembak jatuh drone tersebut di wilayah Hodeidah, Yaman. Mereka menyebut drone MQ-9 Reaper itu sedang menjalankan “misi permusuhan”. Klaim ini juga menyertakan pernyataan yang kontroversial, yakni bahwa drone yang mereka klaim telah ditembak jatuh merupakan drone AS ke-15 yang berhasil mereka jatuhkan sejak perang Gaza tahun 2023. Keaslian klaim tersebut masih perlu diverifikasi secara independen dan belum mendapat konfirmasi dari pihak berwenang AS.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut. Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, termasuk ibu kota Sanaa, telah melancarkan sejumlah serangan terhadap Israel dan aset-aset militer AS sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023. Serangan-serangan ini terdiri dari serangan rudal balistik, serangan drone, serta upaya-upaya untuk mengganggu lalu lintas maritim di Laut Merah dan Teluk Aden, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan global. Houthi mengklaim bahwa serangan-serangan ini merupakan bentuk dukungan terhadap Palestina.
Pada bulan lalu, Houthi juga dilaporkan telah menembakkan rudal permukaan-ke-udara (SAM) ke arah sebuah pesawat tempur AS dan sebuah drone MQ-9 Reaper lainnya. Namun, serangan tersebut dilaporkan meleset. Insiden hilangnya drone MQ-9 Reaper ini meningkatkan kekhawatiran akan meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut, dan menunjukkan kompleksitas situasi geopolitik di sekitar Yaman dan Laut Merah. Penyelidikan yang dilakukan oleh USAF diharapkan dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai insiden ini dan implikasinya bagi keamanan regional.
Perlu dicatat: Informasi ini berdasarkan laporan berita yang tersedia dan belum tentu mewakili seluruh gambaran situasi. Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap.