Tragedi Petir di Sumba Barat Daya: Pasangan Suami Istri Tewas di Dalam Rumah

Tragedi Petir Renggut Nyawa Pasangan di Sumba Barat Daya

Sebuah peristiwa tragis terjadi di Desa Kadi Wano, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (4/3/2025) sore. Pasangan suami istri, Stefanus Ngongo Bani (36) dan Apliana Lero (35), ditemukan tewas di dalam rumah mereka akibat sambaran petir. Peristiwa ini terjadi di tengah hujan deras yang melanda wilayah tersebut sekitar pukul 15.00 WITA.

Menurut keterangan Kepala Kepolisian Resor Sumba Barat Daya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Harianto Rantesalu, saat kejadian, Stefanus berada di bagian dalam rumah, sedangkan Apliana berada di area belakang rumah dekat tempat cuci piring. Kedua anak mereka yang masih kecil, untungnya, tertidur lelap di kamar dan selamat dari peristiwa nahas ini. Sambaran petir yang mengenai rumah tersebut mengakibatkan kedua orang tua meninggal dunia seketika di tempat kejadian. Selain menelan korban jiwa, petir juga merusak beberapa perlengkapan rumah tangga, termasuk bola lampu di dalam rumah.

Kejadian tersebut segera dilaporkan oleh warga sekitar kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Wewewa Timur. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, jenazah kedua korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Dampak dan Imbauan:

Insiden ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya sambaran petir, khususnya saat musim hujan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mencari tempat perlindungan yang aman ketika terjadi hujan deras disertai petir. Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menghindari berada di dekat benda-benda yang tinggi seperti pohon atau tiang listrik.
  • Mematikan peralatan elektronik dan mencabut kabelnya dari stopkontak.
  • Mencari tempat perlindungan yang terlindung dari petir, seperti bangunan permanen yang memiliki sistem penangkal petir.
  • Menghindari kontak langsung dengan air atau benda logam saat terjadi hujan petir.

Polisi setempat berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat untuk selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana alam, termasuk sambaran petir, yang sewaktu-waktu dapat terjadi tanpa diduga. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali di masa mendatang.