Danantara Gandeng Tokoh Global: Ray Dalio dan Thaksin Shinawatra Jadi Dewan Penasihat

Danantara Umumkan Susunan Dewan Penasihat Bertabur Bintang Internasional

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) secara resmi mengumumkan susunan lengkap pengurusnya, termasuk jajaran Dewan Penasihat yang diisi oleh nama-nama besar dari berbagai belahan dunia. Langkah ini menandai komitmen Danantara untuk menjadi pemain global dalam investasi berkelanjutan.

Pengumuman yang disampaikan dalam konferensi pers di Graha CIMB Niaga, Jakarta, pada Senin (24/3/2025), mengungkap bahwa dari lima anggota Dewan Penasihat, empat di antaranya adalah tokoh internasional yang memiliki reputasi dan pengalaman luas di bidang ekonomi, investasi, dan geopolitik. Satu-satunya perwakilan dari Indonesia adalah Helman Sitohang, mantan CEO Asia Pasifik Credit Suisse, yang memiliki rekam jejak gemilang di dunia perbankan investasi.

Keempat tokoh internasional yang bergabung dalam Dewan Penasihat Danantara adalah:

  • Ray Dalio: Founder dan CIO Mentor Bridgewater Associates, salah satu hedge fund terbesar dan paling sukses di dunia. Keahlian Dalio dalam membaca tren makroekonomi dan pasar global sangat dibutuhkan Danantara.
  • Jeffrey Sachs: Direktur Center for Sustainable Development Columbia University, seorang ekonom terkemuka dan penasihat pembangunan berkelanjutan yang dikenal atas karyanya dalam mengatasi kemiskinan dan perubahan iklim.
  • F. Chapman Taylor: Equity Portfolio Manager Capital Group, perusahaan manajemen investasi global dengan aset triliunan dolar. Pengalaman Taylor dalam mengelola portofolio ekuitas global akan memberikan wawasan berharga bagi Danantara.
  • Thaksin Shinawatra: Mantan Perdana Menteri Thailand, seorang pengusaha sukses dan tokoh politik yang memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika ekonomi dan politik di Asia Tenggara.

Alasan di Balik Pemilihan Dewan Penasihat Internasional

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menjelaskan bahwa keputusan untuk merekrut banyak tokoh asing sebagai Dewan Penasihat didasari oleh kebutuhan untuk memiliki perspektif global yang komprehensif. Dalam kondisi perekonomian dan geopolitik dunia yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian, Danantara membutuhkan masukan dari para ahli yang memiliki pemahaman mendalam tentang isu-isu makro dan risiko geopolitik.

"Kita tahu bahwa makro risk semakin besar, geopolitical risk semakin besar. Maka kita membutuhkan penasihat ini untuk memberikan masukan-masukan," ujar Pandu Sjahrir.

Pandu mencontohkan, gejolak pasar modal yang terjadi secara global, termasuk di Indonesia, Thailand, Turki, dan Amerika Serikat, menunjukkan pentingnya memiliki penasihat yang dapat memberikan wawasan dan strategi untuk menghadapi tantangan tersebut. Dengan adanya Dewan Penasihat yang kompeten, Danantara berharap dapat memberikan sentimen positif bagi pasar dan meyakinkan investor bahwa dana investasi dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.

Komitmen pada Profesionalisme dan Transparansi

Lebih lanjut, Pandu Sjahrir menegaskan bahwa seluruh anggota pengurus Danantara, termasuk Dewan Penasihat, dipilih berdasarkan kompetensi dan pengalaman mereka di bidang masing-masing. Ia membantah adanya praktik titipan atau nepotisme dalam proses seleksi. Komitmen ini bertujuan untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan bahwa Danantara dapat mencapai tujuan investasi berkelanjutan dengan sukses.

"All professional, tidak ada titipan-titipan, semua adalah yang terbaik di bidangnya, and global, ini juga penting," tegas Pandu.

Diharapkan, pengumuman susunan pengurus Danantara yang lengkap ini dapat menjawab berbagai pertanyaan dan kekhawatiran yang muncul di pasar terkait pembentukan tim dan manajemen Danantara. Dengan tim yang solid dan kompeten, Danantara siap berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif.