Oknum Mengaku Anggota Ormas Palak THR Ketupat, Polisi Turun Tangan
Aksi Pemalakan Mengatasnamakan Ormas Gegerkan Jagat Maya
Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pria, yang mengaku sebagai anggota organisasi masyarakat (ormas), melakukan pemalakan dengan modus meminta 'THR Ketupat' kepada seorang tukang cukur di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Aksi ini sontak menuai kecaman dari warganet dan memicu respons cepat dari pihak kepolisian.
Dalam video yang beredar luas, pria yang diketahui berinisial T, tampak mengenakan atribut ormas berwarna kuning dan oranye. Ia mendatangi tempat cukur dan secara terang-terangan meminta 'inisiatif' THR Ketupat Lebaran. Awalnya terjadi dialog antara perekam video dengan T.
"Minta THR?" tanya perekam.
"Iya," jawab T.
"THR apa?" tanya perekam lagi.
"Dari XXR, minta THR ketupat Lebaran," jawab T lagi.
"Ketupat Lebaran? terus?," tanya perekam lagi.
"Minta inisiatifnya aja," jawab T lagi.
"Inisiatif gimana?" tanya perekam lagi.
"Gimana apanya?" tanya balik T.
"Inisiatif apa?" tanya perekam kembali.
"Abang videoin?" sahut T.
Setelah percakapan singkat, T kemudian duduk di kursi tunggu. Interaksi berlanjut sebelum akhirnya T meninggalkan lokasi.
Polisi Amankan Oknum Pemalak dan Mediasi dengan Korban
Merespons viralnya video tersebut, Kapolsek Cilandak, Kompol Febri, menyatakan bahwa tim Bhabinkamtibmas segera bergerak cepat untuk mencari keberadaan T. Pelaku berhasil ditemukan di kediamannya dan langsung menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya.
"Yang bersangkutan sudah ditemui pihak Bhabinkamtibmas, sudah meminta maaf juga dan tidak akan mengulangi tindakannya. (Urusan) diselesaikan secara kekeluargaan oleh Binmas Kecamatan Lebak Bulus," ujar Kompol Febri kepada wartawan, Senin (24/3/2025).
Kompol Febri menambahkan bahwa T telah dipertemukan dengan tukang cukur yang menjadi korban pemalakan untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Namun, untuk memastikan penyelesaian masalah secara tuntas, baik T maupun pihak tukang cukur dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Dibawa Ke Polres sama tim Buser Polres bersama tukang cukurnya juga. Mau dimintai keterangan," terang Febri.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak melakukan tindakan serupa, terutama yang dapat meresahkan dan melanggar hukum. Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat segera melaporkan jika mengalami atau menyaksikan tindak pemalakan dan pemerasan.
Pesan Moral:
Kejadian ini menyoroti pentingnya penegakan hukum terhadap tindakan premanisme dan pemerasan yang mengatasnamakan organisasi masyarakat. Selain itu, kasus ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan selalu bertindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Berikut adalah poin-poin penting dari kejadian ini:
- Aksi pemalakan yang viral di media sosial.
- Pelaku mengaku sebagai anggota ormas.
- Korban adalah seorang tukang cukur.
- Polisi bertindak cepat mengamankan pelaku.
- Mediasi antara pelaku dan korban.
- Penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.