Wisatawan Belanda Terkesan dengan Suasana Mudik Lebaran di Pelabuhan Ketapang
Kunjungan Wisatawan Asing Bertepatan dengan Arus Mudik Lebaran
Momentum mudik Lebaran 2025 di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menjadi pengalaman unik bagi seorang wisatawan asal Belanda bernama Quintijn. Ia dan teman-temannya yang sedang dalam perjalanan liburan ke Bali, merasakan langsung suasana khas Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kedatangan mereka bertepatan dengan dimulainya arus mudik di pelabuhan yang menghubungkan Jawa dan Bali tersebut.
Quintijn mengungkapkan keterkejutannya dengan keramaian di pelabuhan. "Saya bertanya-tanya apakah tempat ini selalu seramai ini setiap hari?" ujarnya. Namun, ia juga mengaku senang bisa menyaksikan tradisi mudik yang menurutnya menarik. Ia merasa bahagia melihat banyak orang yang bersemangat untuk bertemu keluarga setelah lama berpisah.
Perjalanan Melintasi Sumatera dan Rencana Liburan di Bali
Sebelum tiba di Ketapang, Quintijn dan rombongannya telah memulai perjalanan panjang dari Banda Aceh, Sumatera. Ia memilih Sumatera sebagai destinasi awal karena ingin mengunjungi Pulau Weh, titik nol kilometer Indonesia, serta melihat orangutan di habitat aslinya. Ia terkesan dengan keramahan masyarakat Indonesia yang sesuai dengan cerita teman-temannya.
"Di Sumatera, saya juga merasakan keramahan orang Indonesia yang banyak dibicarakan teman-teman saya. Ini perjalanan yang menyenangkan," tutur Quintijn.
Perjalanan mereka akan berakhir di Bali dalam beberapa hari ke depan. Awalnya, ia tidak mengetahui adanya perayaan Nyepi. Namun, setelah mengetahuinya, ia berencana untuk menyesuaikan jadwal penerbangannya kembali ke Belanda.
Sebelum Nyepi tiba, Quintijn berencana untuk menikmati liburannya di Bali dengan mengunjungi berbagai tempat menarik seperti pantai dan mencoba berbagai kuliner khas Bali. Ia menyadari kemungkinan akan menghadapi kemacetan, tetapi ia menganggapnya sebagai bagian dari pengalaman liburan yang menyenangkan.
Situasi Arus Lalu Lintas di Pelabuhan Ketapang
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Ketapang Banyuwangi melaporkan bahwa arus kendaraan dari Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk saat ini cenderung stabil. Sempat terjadi kepadatan pada H-7 Lebaran yang menyebabkan kemacetan hingga dua kilometer, namun kondisi saat ini sudah lebih terkendali dan antrean kendaraan tidak sampai keluar Pelabuhan Gilimanuk.
Jumlah perjalanan kapal feri kembali normal menjadi 30 trip setelah sebelumnya sempat ditambah menjadi 32 trip. Total terdapat 56 kapal yang beroperasi, ditambah dua kapal bantuan dari lintasan Lembar-Lombok, yaitu KMP Parama Kalyani dan KMP Munic.
Koordinator Satuan Pelayanan BPTD Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, menjelaskan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi dan menyesuaikan jadwal kapal sesuai dengan kebutuhan. Jika terjadi kepadatan, jadwal kapal akan ditambah.
Strategi Penguraian Kepadatan
Selain penambahan jadwal kapal, BPTD juga menerapkan sistem tiba-bongkar-berangkat jika terjadi kepadatan di salah satu sisi pelabuhan. Kapal yang berangkat dari pelabuhan yang padat hanya akan melakukan bongkar muat di pelabuhan tujuan dan langsung kembali ke pelabuhan asal dengan muatan kosong. Strategi ini bertujuan untuk mempercepat penguraian kepadatan di pelabuhan yang mengalami lonjakan penumpang dan kendaraan.