Lonjakan Penjualan Kurma di Tanah Abang Jelang Ramadan: Omzet Melonjak Hingga Enam Kali Lipat

Lonjakan Penjualan Kurma di Tanah Abang Jelang Ramadan: Omzet Melonjak Hingga Enam Kali Lipat

Demam Ramadan turut mendongkrak penjualan kurma di Pasar Tanah Abang, khususnya di Blok F. Peningkatan penjualan yang signifikan terjadi menjelang bulan suci, bahkan mencapai enam kali lipat dari hari-hari biasa. Hal ini diungkapkan oleh Makmun, salah satu pedagang kurma di lokasi tersebut. Menurut pengakuannya, peningkatan permintaan kurma sudah terasa sejak tiga minggu sebelum Ramadan. Para pembeli, kata Makmun, umumnya melakukan pembelian untuk persediaan selama bulan puasa.

"Kenaikan omzet mulai terasa tiga minggu sebelum Ramadan," ujar Makmun saat ditemui Rabu (5/3/2025). "Namun, puncaknya terjadi satu minggu sebelum Ramadan. Setelah memasuki bulan Ramadan, pembeli agak berkurang karena faktor kelelahan dan memilih berbelanja online." Makmun menjelaskan bahwa sebagian besar pembeli sebelum Ramadan membeli dalam jumlah besar, bahkan hingga puluhan dus, untuk dijual kembali atau untuk keperluan acara seperti pengajian dan buka bersama. Berbeda dengan setelah memasuki Ramadan, pembeli cenderung membeli dalam jumlah lebih sedikit, hanya untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Lebih lanjut, Makmun memaparkan dampak luar biasa dari lonjakan permintaan terhadap omzet penjualannya. "Omzet toko yang saya jaga bisa mencapai puluhan juta rupiah per hari, terutama pada minggu terakhir sebelum Ramadan," tuturnya. Ia menambahkan bahwa kenaikan omzet mencapai tiga kali lipat dari hari biasa, dari sekitar Rp 3 juta menjadi Rp 10 juta per hari. Puncaknya, beberapa hari menjelang Ramadan, omzet bahkan melonjak hingga mencapai Rp 20 juta, bahkan lebih. Artinya, selama tiga minggu sebelum Ramadan, omzet mengalami kenaikan tiga kali lipat, sementara pada minggu terakhir sebelum Ramadan, kenaikannya mencapai lebih dari enam kali lipat.

Fenomena ini menunjukkan tingginya daya beli masyarakat selama Ramadan dan besarnya potensi pasar kurma di Tanah Abang. Para pedagang pun memanfaatkan momentum ini untuk meraih keuntungan maksimal. Strategi penjualan online juga menjadi pilihan untuk tetap melayani pembeli di tengah kesibukan aktivitas di bulan Ramadan. Ke depannya, para pedagang perlu mempersiapkan diri lebih matang untuk menghadapi lonjakan permintaan yang serupa di tahun-tahun mendatang. Pasar Tanah Abang pun semakin memantapkan posisinya sebagai pusat perdagangan komoditas yang selalu ramai diburu konsumen khususnya pada momen-momen tertentu seperti Ramadan.

Perlu diperhatikan bahwa data-data yang disampaikan oleh Makmun didapatkan langsung dari pengamatannya sebagai pedagang dan perlu verifikasi lebih lanjut untuk mendapatkan data yang lebih akurat dan komprehensif.