Antisipasi Kejahatan Siber Jelang Lebaran: BSSN Ingatkan Masyarakat Waspada Terhadap SMS Promosi Fiktif

Kewaspadaan Siber Ditingkatkan Jelang Libur Lebaran

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan siber, khususnya yang memanfaatkan momentum peningkatan aktivitas belanja dan komunikasi daring. Imbauan ini dikeluarkan seiring dengan maraknya peredaran pesan singkat (SMS) dan pesan promosi melalui aplikasi pesan instan yang menjanjikan berbagai penawaran menggiurkan.

Wakil Kepala BSSN, Komjen Pol A. Rachmad Wibowo, menekankan pentingnya prinsip "think before click" dan "too good to be true" dalam menghadapi tawaran-tawaran tersebut. Ia menjelaskan bahwa modus operandi kejahatan siber semakin canggih, dengan pelaku mampu melakukan masking sehingga pesan yang dikirimkan seolah-olah berasal dari sumber yang terpercaya.

"Masyarakat perlu berhati-hati, terutama saat menerima promo-promo melalui WhatsApp atau SMS. Periksa dengan seksama apakah pengirimnya valid," ujar Rachmad dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (25/3/2025).

Modus Operandi dan Cara Menghindarinya

Salah satu modus yang sering digunakan adalah phishing, di mana pelaku membuat tautan (link) palsu yang menyerupai situs web resmi suatu entitas, seperti bank atau platform e-commerce. Tautan ini biasanya disebarkan melalui SMS atau pesan WhatsApp.

Rachmad mencontohkan kasus penipuan yang mencatut nama bank fiktif, "KLM". Pelaku membuat tautan phishing dengan memodifikasi URL aslinya, misalnya dengan menambahkan huruf atau kata lain di belakangnya. Ketika korban mengklik tautan tersebut, mereka akan diarahkan ke situs web palsu yang dirancang untuk mencuri informasi pribadi, seperti username, password, nomor kartu kredit, dan kode CVV.

"Ketika diklik, modus ini menyambungkan perangkat yang digunakan masyarakat ke sebuah server yang sudah menyiapkan tampilan website yang mirip dengan perbankan," jelas Rachmad.

Modus lain yang juga perlu diwaspadai adalah penawaran hadiah atau poin dengan jumlah yang fantastis. Korban akan diminta untuk mengisi formulir atau memberikan informasi pribadi untuk mengklaim hadiah tersebut. Data yang diperoleh kemudian digunakan untuk melakukan penipuan atau pencurian identitas.

Langkah-langkah Pencegahan

Untuk menghindari menjadi korban kejahatan siber, BSSN memberikan beberapa tips berikut:

  • Verifikasi Sumber: Selalu periksa keabsahan pengirim pesan atau promosi. Jangan mudah percaya dengan nomor telepon atau akun yang tidak dikenal.
  • Perhatikan Tautan: Sebelum mengklik tautan apa pun, periksa dengan cermat URL-nya. Pastikan sesuai dengan situs web resmi entitas yang bersangkutan.
  • Jangan Berikan Informasi Pribadi: Jangan pernah memberikan informasi pribadi, seperti password, nomor kartu kredit, atau kode CVV, melalui tautan atau formulir yang mencurigakan.
  • Gunakan Aplikasi Keamanan: Instal aplikasi keamanan di perangkat Anda untuk melindungi dari malware dan phishing.
  • Laporkan: Jika Anda menerima pesan atau tautan yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang atau entitas yang bersangkutan.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang disarankan, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari menjadi korban kejahatan siber, terutama menjelang dan selama libur Lebaran.