Misteri Mogoknya Motor Ojol di Kendari Pasca Pengisian Pertalite: Dugaan Pencemaran Bahan Bakar Menjadi Sorotan

Misteri Mogoknya Motor Ojol di Kendari Pasca Pengisian Pertalite: Dugaan Pencemaran Bahan Bakar Menjadi Sorotan

Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melaporkan kasus kerusakan massal pada sepeda motor mereka ke Polresta Kendari. Kejadian ini mencuat setelah para pengemudi mengisi bahan bakar jenis Pertalite di SPBU Saranani, Kecamatan Mandonga, pada awal Maret 2025. Keluhan serupa disampaikan oleh beberapa pengemudi yang mengalami kendala teknis pada kendaraan mereka, mengakibatkan kerugian finansial dan operasional yang signifikan.

Salah satu pengemudi ojol, Muh. Dandy, menuturkan bahwa motornya mengalami gejala mogok setelah mengisi Pertalite di SPBU tersebut pada Senin, 3 Maret 2025. Gejala awal berupa penurunan performa mesin yang kemudian berujung pada mogok total. Setelah diperiksa oleh pihak dealer, Dandy mendapati informasi mengejutkan bahwa bahan bakar yang terisi di dalam tangki motornya berbau menyengat dan diduga tercampur dengan zat lain, seperti oli. Temuan ini semakin menguatkan kecurigaan adanya dugaan pencemaran bahan bakar.

"Saya rasa-rasa seperti mau mogok, tapi saya paksa saja," ujar Dandy menjelaskan kronologi kejadian. "Setelah diperiksa, ternyata itu pertalite berbau menyengat seperti dicampur-campur." Dandy menambahkan bahwa dirinya bukan satu-satunya korban. Banyak rekan sesama pengemudi ojol yang mengalami kejadian serupa, yang mendorong mereka untuk melaporkan kejadian ini secara bersama-sama ke pihak berwajib. Mereka menyerahkan bukti berupa sampel bahan bakar yang diambil dari tangki motor mereka sebagai barang bukti pendukung laporan.

Pihak kepolisian telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, pihak SPBU Saranani, melalui pengawas lapangan Laode Hanura, mengaku terkejut atas laporan tersebut dan menyatakan heran mengapa keluhan hanya datang dari para pengemudi ojol, sementara konsumen lain yang juga mengisi Pertalite di SPBU yang sama tidak mengalami masalah serupa. Hanura juga menyatakan bahwa SPBU hanya berperan sebagai distributor dan menyerahkan investigasi lebih lanjut kepada depot penyalur BBM.

"Kami juga heran, kenapa hanya teman-teman ojol saja yang mengeluh, masyarakat lain tidak. Padahal sama-sama beli pertalite di SPBU," ungkap Hanura. Pernyataan ini memicu pertanyaan lebih lanjut mengenai pengawasan kualitas BBM di tingkat distribusi dan potensi adanya celah dalam sistem pengawasan yang memungkinkan masuknya bahan bakar yang tidak memenuhi standar kualitas. Kejadian ini juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas bahan bakar minyak (BBM) agar terhindar dari potensi kerugian yang lebih besar bagi masyarakat luas.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah pengemudi ojol sedang mengambil sampel BBM dari tangki motor mereka. Para pengemudi dalam video tersebut menyatakan dugaan adanya campuran oli dalam Pertalite yang mereka beli. Kejadian ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Kendari dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai prosedur dan mekanisme pengawasan distribusi BBM di daerah tersebut. Polisi dan pihak terkait diharapkan dapat segera mengungkap penyebab pasti kejadian ini dan memberikan solusi yang adil bagi para korban.

  • Kronologi Kejadian:

    • Pengisian Pertalite di SPBU Saranani (3 Maret 2025)
    • Motor ojol mengalami mogok
    • Pemeriksaan dealer menemukan dugaan pencemaran bahan bakar
    • Laporan massal ke Polresta Kendari
    • Penyelidikan oleh pihak kepolisian
  • Pihak yang Terlibat:

    • Pengemudi ojek online (ojol)
    • SPBU Saranani, Kendari
    • Polresta Kendari
    • Dealer sepeda motor
    • Depot penyalur BBM